Bulan Ramadan, KPI: Stasiun Televisi Harus Puasa Bergosip

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisioner KPI Pusat Amiruddin. kpi.go.id

    Komisioner KPI Pusat Amiruddin. kpi.go.id

    TEMPO.CO, Semarang - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mewanti-wanti agar stasiun televisi ikut menghormati bulan Ramadan yang sebentar lagi akan datang. Anggota KPI, Amiruddin, menyatakan stasiun televisi harus memberikan tayangan yang baik pada bulan suci tersebut. “Salah satunya, stasiun televisi harus berpuasa gibah. Stasiun televisi jangan cerita soal privasi seseorang,” kata Amiruddin di Semarang, Senin, 30 Mei 2016.

    Gibah adalah menggunjing atau membicarakan tentang seseorang, terutama aibnya. Dalam agama Islam, gibah termasuk kategori yang tidak diperbolehkan. Selama ini, tayangan yang banyak membicarakan privasi seseorang adalah acara dengan jenis infotainment yang biasanya mengulik kehidupan pribadi artis.

    Amiruddin meminta stasiun televisi bisa menciptakan suasana yang religius selama Ramadan. Selain itu, stasiun televisi harus menghindari tayangan kekerasan dan yang mempertontonkan ketidaksopanan. “Stasiun televisi harus ramah pada Ramadan,” katanya.

    KPI, kata Amiruddin, akan memberi penghargaan bagi stasiun televisi yang baik dalam menayangkan isi siaran selama Ramadan. “Stasiun televisi yang ramah Ramadan akan diberi penghargaan,” tuturnya.

    KPI juga memantau secara intens tayangan selama Ramadan. Selama ini, KPI mengkategorikan pelanggaran isi siaran atas dua jenis. Pertama, pelanggaran procedural, seperti pelanggaran durasi, jam tayang, visualisasi kekerasan, dan lain-lain. Kedua, pelanggaran substantif, seperti pelecehan agama, penyebaran ideologi tertentu yang dilarang, serta bermuatan hinaan, pornografi, dan lain-lain.

    Hasil pengawasan KPI menunjukkan pelanggaran yang dilakukan stasiun televisi di Indonesia masih didominasi oleh pelanggaran prosedural. Setiap tahun, KPI rata-rata mengeluarkan 300 sanksi yang dilayangkan ke stasiun televisi. Sanksi itu dari berupa teguran, penghentian sementara, hingga penghentian acara.

    Amiruddin berharap stasiun televisi tak hanya merengkuh keuntungan, tapi juga harus menyebarkan nilai-nilai kebangsaan. “Harus beranjak dari media liberal ke arah media kebangsaan,” katanya.

    ROFIUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.