HUT Surabaya, Ada Lomba Tangkap Bebek di Sungai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membagikan rujak cingur kepada warga di Festival Rujak Uleg Jalan Kembang Jepun Surabaya, 29 Mei 2016. (MOHAMMAD SYARRAFAH)

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membagikan rujak cingur kepada warga di Festival Rujak Uleg Jalan Kembang Jepun Surabaya, 29 Mei 2016. (MOHAMMAD SYARRAFAH)

    TEMPO.CO, Surabaya - Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, menggelar acara Mojofest 2016 dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kota Surabaya ke-723.

    Rangkaian acara Mojofest ini berupa lomba perahu dayung, lomba menangkap bebek dan lomba memasang lampu lampion di sepanjang Sungai Kalidami Surabaya.

    Adapun lomba yang sangat menarik dan banyak mengundang tawa adalah lomba menangkap bebek. Sebanyak 20 peserta ikut menangkap bebek yang dilepas di sungai.

    Para peserta disediakan sepatu boots sebagai pengaman kaki mereka dari barang keras yang ada di dalam sungai. Namun, ada beberapa peserta yang malah tidak bisa lari karena sepatu boots yang dipakai tenggelam oleh lumpur sungai. Padahal, peserta yang lain sudah sampai finish. Sontak tawa dari para warga yang menonton lomba itu terpingkal-pingkal melihat peserta itu.

    Kelucuan lainnya terjadi ketika ada salah satu peserta yang mengejar bebek hingga terjatuh dan berlumuran lumpur. Mereka kejar-kejaran dan tarik-menarik baju dengan peserta lainnya, yang membuat mereka jatuh berkali-kali dan memancing tawa penonton.

    Ketua Panitia Mojofest 2016, Aminulloh, mengatakan lomba tangkap bebek itu pertama kali di selenggarakan oleh kelurahannya. Pasalnya, dua lomba lainnya, yaitu lomba dayung dan lomba lampion, sudah pernah diselenggarakan sejak tahun lalu. "Ternyata lomba ini sangat menarik," kata dia disela-sela lomba itu.

    Menurut Amin, lomba menangkap bebek itu diikuti 20 peserta. Babak penyisihan dibagi menjadi lima kelompok yang beranggotakan 4 peserta. Pemenang dari masing kelompok kemudian diadu lagi dalam final untuk merebut juara 1, 2 dan 3.
    "Untuk juara pertama hadiahnya Rp 500 ribu, juara dua Rp 400 ribu, dan juara tiga Rp 300 ribu," kata dia.
    Sementara itu, Lurah Mojo Kecamatan Gubeng Surabaya, Maria Agustin, mengatakan Mojofest ini rencananya akan digelar setiap tahun. Bahkan, dia berkomitmen panitia bakal selalu memperbaiki acara tahunan ini.

    "Kalau bisa kami berharap acara Mojofest dimasukkan dalam kalender pariwisata Pemerintah Kota Surabaya," kata dia kepada Tempo di lokasi.

    Harapannya, acara Mojofest ini bakal membuat masyarakat ikut andil dalam menjaga sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan. "Mari kita jaga sungai di Surabaya," kata dia.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.