Ansor dan Banser Kediri Gelar Ikrar Kesetiaan pada Pancasila  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesilat perempuan dari perguruan Pagar Nusa Nahdlatul Ulama unjuk kebolehan dalam Apel Kesetiaan Pancasila yang digelar Gerakan Pemuda Anshor dan Banser Kabupaten Kediri, 29 Mei 2016. Tempo/Hari Tri Wasono

    Pesilat perempuan dari perguruan Pagar Nusa Nahdlatul Ulama unjuk kebolehan dalam Apel Kesetiaan Pancasila yang digelar Gerakan Pemuda Anshor dan Banser Kabupaten Kediri, 29 Mei 2016. Tempo/Hari Tri Wasono

    TEMPO.CO, Kediri - Ratusan anggota Gerakan Pemuda Ansor, Bantuan Serbaguna (Banser), dan pendekar silat Pagar Nusa Kabupaten Kediri menggelar apel kesetiaan pada Pancasila, Minggu, 29 Mei 2016. Mereka juga unjuk kebolehan memperagakan ilmu kanuragan pencak silat.

    Bertempat di halaman kantor Nahdlatul Ulama Kediri, Banser dan Pemuda Ansor melakukan apel bersama. Diawali pembacaan ikrar Ansor, mereka menyatakan kesetiaan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    “Kami Gerakan Pemuda Ansor dan Banser siap menyerahkan darah dan nyawa jika ada yang mengungkit NKRI,” kata Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kediri Munasir Huda.

    Kesetiaan Ansor kepada Pancasila, menurut Huda, merupakan wasiat dari pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyári. Sejak zaman kemerdekaan, kata dia, Hasyim telah menyatakan jihad untuk mengusir penjajah dan menegakkan ideologi Pancasila hingga akhir zaman. Pesan itulah yang menjadi semangat pemuda Ansor untuk mengawal Pancasila di era kemerdekaan.

    Huda menambahkan, jihad yang dilakukan Ansor saat ini tak lagi menghadapi penjajah, melainkan kelompok radikal yang mencoba menggantikan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara.

    Huda menengarai ada kelompok tertentu yang menebar fitnah dengan menyebut mempercayai Pancasila sebagai musyrik. “Kita dituding musyrik saat mempercayai Pancasila, ini menyakitkan,” kata Huda.

    Karena itu, dalam peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni, Ansor bertekad melawan kelompok radikal yang ingin mendirikan negara sendiri. Selain itu, ikrar Ansor ini juga menyerukan kepada para pejabat pemangku pemerintahan untuk tak sekali-kali meninggalkan amalan Pancasila dalam menjalankan tugas pelayanan.

    Sebab hingga kini, masih banyak ditemukan perilaku menyimpang aparat pemerintah yang justru mengeruk keuntungan sendiri dengan fasilitas yang diberikan negara.

    Seusai pembacaan ikrar, sejumlah pendekar silat perempuan dari perguruan silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa unjuk kebolehan memperagakan ilmu kanugaran.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.