Jabatan Badrodin Haiti Diperpanjang? Kompolnas: Tunggu Juni  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisioner Kompolnas Inspektur Jenderal purnawirawan Yotje Mende usai rapat internal di gedung Kemenkopolhukam, 27 Mei 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Komisioner Kompolnas Inspektur Jenderal purnawirawan Yotje Mende usai rapat internal di gedung Kemenkopolhukam, 27 Mei 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional Inspektur Jenderal (Purnawirawan) Yotje Mende tidak berkomentar banyak soal desas-desus perpanjangan masa jabatan Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti. Isu perpanjangan Badrodin kian kencang lantaran daftar calon penggantinya belum jelas.

    "Bahasanya dipertahankan, bukan diperpanjang. Bisa dipertahankan sampai 60 tahun karena keahlian khusus yang dibutuhkan institusi," ujar Yotje seusai rapat internal di gedung Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta Pusat, Jumat, 27 Mei 2016.

    Kejelasan mengenai akhir masa kerja Kapolri, menurut Yotje, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Kepolisian. Perpanjangan masa jabatan bisa dilihat pada Pasal 4 ayat (2). "Jelas kan, di situ. Jadi 58 tahun bisa dipertahankan dengan keahlian khusus," ujarnya.

    Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003, ada sembilan keahlian khusus yang diperlukan, antara lain identifikasi, laboratorium forensik, komunikasi elektronika, sandi, penjinak bahan peledak, kedokteran kehakiman, pawang hewan, penyidikan kejahatan tertentu, dan navigasi laut atau penerbangan.

    Anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Arsul Sani, pada 18 Mei 2016, mengatakan Badrodin memenuhi syarat untuk diperpanjang masa jabatannya. Aalasannya ialah kemampuan reserse Badrodin. Namun, dia menegaskan, perpanjangan tersebut tetap tergantung pada keputusan Presiden Joko Widodo.

    Yotje mengatakan belum ada nama calon Kapolri yang bakal diumumkan dalam waktu dekat karena pembahasannya masih berlangsung. Kompolnas, ujar dia, masih menunggu koordinasi dengan Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti).

    Menurut Yotje, belum ada nama jenderal bintang tiga yang disimpulkan akan menjadi Kapolri baru. Rapat terbatas Kompolnas dengan Menteri Luhut Binsar Panjaitan pada Jumat siang pun, kata dia, tak membahas nama-nama calon Kapolri. "Itu yang kami belum tahu. Tapi beliau (Luhut) memberi ancar-ancar Juni sudah ada nama," katanya.

    Ada tujuh dari sembilan pejabat polisi bintang tiga yang akan diusulkan menjadi calon Kapolri. Dua lainnya tidak diusulkan lantaran akan memasuki masa pensiun. Satu nama yang disebut-sebut kuat dalam persaingan menjadi Kapolri baru adalah Wakil Kapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.