Kompolnas: Juni, Nama Calon Kapolri Muncul  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisioner Kompolnas Inspektur Jenderal purnawirawan Yotje Mende usai rapat internal di gedung Kemenkopolhukam, 27 Mei 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Komisioner Kompolnas Inspektur Jenderal purnawirawan Yotje Mende usai rapat internal di gedung Kemenkopolhukam, 27 Mei 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional, Inspektur Jenderal (Purnawirawan) Yotje Mende, mengatakan daftar nama calon Kepala Kepolisian RI akan muncul Juni 2016. Pembicaraan mengenai pengganti Jenderal Badrodin Haiti sebagai Kepala Polri tersebut, ucap Yotje, masih menunggu koordinasi Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti).

    "Kami tetap tunggu Wanjakti Polri. Ketua tadi memprediksi Juni sudah ada nama," ujar Yotje setelah menghadiri rapat internal di Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta Pusat, Jumat, 27 Mei 2016.

    Meski sempat diisukan bahwa Wanjakti tak akan berkoordinasi dengan Kompolnas terkait dengan pengusulan nama Kapolri baru, hal itu dibantah Yotje. Keterlibatan Wanjakti pun, tutur dia, sudah sesuai dengan undang-undang yang ada.

    Menurut Yotje, kriteria calon Kapolri memang tak tercantum resmi, tapi bukan berarti tak ada. "Persyaratan tentu ada, memang tak ditentukan. Tapi jelas, integritas harus ada, bermoral, pokoknya yang baik."

    Rapat terbatas yang diadakan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Ketua Kompolnas, Jumat siang, tak secara langsung membahas isu ini. "Tak ada pembicaraan ini. Kami bahas prosedur standar (SOP) dan kode etik Kompolnas, bahas peraturan, karena yang lama sudah tak valid," ujar Yotje.

    Meski tak menjelaskan secara detail, Yotje menuturkan kode etik yang dibahas berhubungan dengan tata kerja di Kompolnas. "Saya tak terlalu mendetail, tapi ada poin yang harus direvisi."

    Pihak Polri pun masih belum memberi banyak informasi tentang pencalonan Kapolri. Rabu lalu, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan belum ada pembahasan lagi soal itu karena masa pensiun Badrodin dinilai masih lama.

    Badrodin memasuki masa pensiun pada 24 Juli mendatang. Isu pergantian Badrodin sama kuat dengan isu masa perpanjangan jabatannya.

    YOHANES PASKALIS 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.