Jika Pensiun, Badrodin Urus Cucu dan Tolak Jadi Duta Besar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Badrodin Haiti usai rapat koordinasi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di gedung Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum & Keamanan, Jakarta, 17 Maret 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Kapolri Jenderal Badrodin Haiti usai rapat koordinasi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di gedung Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum & Keamanan, Jakarta, 17 Maret 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.COJakarta - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti mengatakan ingin menghabiskan waktu bersama keluarga jika nanti jabatan Kapolri berakhir. "Saya kan selama ini sibuk, pasti yang pertama urusan keluarga, momong cucu," kata Badrodin kepada Tempo saat diwawancara di kantornya, Kamis, 26 Mei 2016.

    Selain menghabiskan waktu bersama keluarga, pria yang akan memasuki usia pensiun pada 24 Juli mendatang ini juga berniat mengisi kegiatan masa pensiunnya dengan bekerja sosial. Menurut dia, ada banyak pekerjaan sosial yang bisa ia lakukan, di antaranya membantu pada bidang pendidikan.

    "Sekolah dan pesantren kan ada. Artinya, kerja sosial itu kan tidak mengikat. Jadi petani juga oke," ujarnya sambil tersenyum.

    Ketika disinggung mengenai niat berpolitik, pria yang hobi memancing dan makan bakso ini dengan tegas menyatakan penolakannya. Jawabannya pun konsisten saat ditanyakan soal kemungkinan adanya tawaran menjadi duta besar.

    "Enggaklah. Saya terima kasihlah. Tapi itu bukan bidang saya. Kalau bukan bidangnya kan malah akan tersiksa," tutur jenderal bintang empat ini sambil membenahi posisi duduknya.

    Badrodin Haiti akan memasuki masa pensiun pada Juli mendatang. Namun, hingga saat ini, wacana untuk memperpanjang masa jabatannya masih terus ramai dibicarakan.

    Menanggapi banyaknya pro-kontra terkait dengan wacana perpanjangan masa jabatannya ini, ia enggan berkomentar banyak. Bagi alumnus terbaik Akademi Kepolisian angkatan 1982 ini, selaku prajurit, ia siap mengikuti perintah atasan, dalam hal ini presiden. "Kalau pensiun saya bersyukur, kalau tidak ya tugas kita kerjakan," ucapnya.

    Badrodin Haiti memulai karier kepolisiannya sejak 1982 dengan menjadi Danton Sabhara Dit Samapta Polda Metro Jaya. Ayah dua putra ini kemudian menjadi Kapolda Banten, Kapolda Sulawesi Tengah, Kapolda Sumatera Utara, dan Kapolda Jawa Timur.

    Sebelum diangkat menjadi Kapolri oleh Presiden Joko Widodo pada 17 April 2015, Badrodin—yang kala itu menjabat sebagai Wakil Kapolri—sempat diangkat menjadi pelaksana tugas harian Kapolri pada 16 Januari 2015 menggantikan Kapolri Jenderal Sutarman yang memasuki masa pensiun.

    Awalnya, Badrodin hanya menjalani tugas sebagai plt hingga Presiden mengangkat Komisaris Jenderal Budi Gunawan yang saat itu terpilih. Namun Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan BG sebagai tersangka sehingga Badrodin menjadi calon tunggal pengganti Kapolri.

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.