Lumba-lumba di Pantai Surabaya Mati Akibat Terkena Virus Vox

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ikan Lumba-lumba melintas di tengah laut di kawasan Pantai Kondang Merak, Kecamatan Bantur, Malang, Jawa Timur, 30 Oktober 2015. Lumba-lumba tersebut selalu muncul tiap pagi, siang atau sore seakan menghibur wisatawan yang tengah menikmati keindahan panorama alam di pantai Kondang Merak. TEMPO/Amston Probel

    Ikan Lumba-lumba melintas di tengah laut di kawasan Pantai Kondang Merak, Kecamatan Bantur, Malang, Jawa Timur, 30 Oktober 2015. Lumba-lumba tersebut selalu muncul tiap pagi, siang atau sore seakan menghibur wisatawan yang tengah menikmati keindahan panorama alam di pantai Kondang Merak. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Surabaya - Lumba-lumba hidung botol (Tursiops truncatus) yang mati dan ditemukan di Pantai Ria Kenjeran, Surabaya, ternyata terkena virus Vox. Hal itu terungkap setelah dilakukan pemeriksaan terhadap bangkai lumba-lumba yang panjangnya sekitar 2,5 meter tersebut.

    “Kami menduga, lumba-lumba itu terkena virus Vox sehingga daya tahan mamalia menjadi menurun dan mengalami infeksi kulit,” kata Kepala Resort 07 Kantor Sumber Daya Alam (KSDA) Surabaya Doki Djati, Kamis, 26 Mei 2016.

    Menurut Doki, virus ini sebenarnya sudah terdeteksi sejak lumba-lumba terjaring nelayan pada Minggu Malam, pekan lalu. Tanda, ada bercak-bercak putih di kulit lumba-lumba.

    Namun, karena waktu itu lumba-lumba mendapatkan perawatan dan ada respons positif, pihaknya melepaskan hewan itu ke tengah laut. “Ternyata, hari ini nelayan menemukan lumba-lumba dalam kondisi menjadi bangkai,” tuturnya.

    Saat menjadi bangkai, dia melanjutkan, kulit lumba-lumba yang dipenuhi bercak putih itu sudah berwarna pink. Karena itu, dia yakin lumba-lumba mati karena virus Vox. “Perubahan bercak-bercak itulah infeksinya sehingga prediksi kami semakin kuat bahwa itu penyebab kematiannya,” ucapnya.

    Selain itu, Doki menduga, lumba-lumba sudah mati sejak Rabu di tengah laut. Karena itu, bangkainya terseret ombak hingga ditemukan hari ini.

    Setelah diperiksa tim Doki, perut bangkai lumba-lumba langsung disobek untuk mempercepat pembusukan dan tidak disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

    Selanjutnya, bangkai lumba-lumba itu dikubur tidak jauh dari lokasi penemuannya. “Kami langsung kubur supaya virusnya tidak menular. Sebab, virus itu memang membahayakan,” ujarnya.

    Apabila menular, dia menambahkan, bisa membunuh ribuan ikan yang ada di sekitarnya. Untuk itu, dia bersama timnya segera mengubur bangkai lumba-lumba.

    Doki juga menambahkan, lumba-lumba tidak mungkin diawetkan karena sangat membahayakan. “Jadi lebih baik langsung dikubur,” tuturnya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Pembala Jatuh, Marc Marquez Jaya di Catalunya, Barcelona

    Marc Marquez memenangi seri ketujuh balapan MotoGP di Sirkuit Catalunya, Barcelona pada 16 Juni 2019 yang diwarnai jatuhnya empat pebalap unggulan.