Polisi Selidiki Temuan Kaus Bergambar Palu-Arit di LP Madiun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil milik Kejaksaan Negeri Madiun terparkir di depan pintu keluar LP Kelas I Madiun, Jawa Timur, 4 Maret 2015. Kendaraan tersebut digunakan mengangkut tim pendamping terpidana mati asal Spanyol,  Raheem Agbaje Salami, menuju LP Nusakambangan. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    Mobil milik Kejaksaan Negeri Madiun terparkir di depan pintu keluar LP Kelas I Madiun, Jawa Timur, 4 Maret 2015. Kendaraan tersebut digunakan mengangkut tim pendamping terpidana mati asal Spanyol, Raheem Agbaje Salami, menuju LP Nusakambangan. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    TEMPO.CO, Madiun - Aparat Kepolisian Resor Madiun Kota, Jawa Timur, menyelidiki ada atau tidaknya unsur pidana dari temuan satu buah kaus bergambar palu-arit. Kaus bercorak mirip lambang Partai Komunis Indonesia itu ditemukan di dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Madiun. "Kami terus melakukan pantauan," kata Kepala Polres Madiun Kota Ajun Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro, Rabu, 25 Mei 2016.

    Upaya yang dilakukan polisi adalah menelusuri asal-muasal barang itu berdasarkan keterangan pihak LP dan seorang narapidana yang kedapatan menyimpan kaus bergambar palu-arit. Jika unsur pidana terpenuhi, kasus itu akan diproses lebih lanjut dengan menerapkan Pasal 107 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Makar. Menurut Susatyo, hingga kini pihaknya belum menemukan unsur pidana dari temuan tersebut.

    Meski demikian, kaus itu disita setelah ditemukan di dalam LP beberapa hari lalu. "Kami akan melihat apa latar belakang narapidana sehingga menyimpan atribut tersebut. Apakah ada niat menyebarkan paham komunisme atau alasan yang lain," ujar dia.

    Kepala Pengamanan LP Madiun, Tjahja Rediantana, mengatakan kaus bergambar palu-arit itu merupakan kiriman keluarga salah seorang narapidana yang membesuk. Hal itu diketahui dari keterangan narapidana yang bersangkutan. "Kausnya tidak pernah dipakai, hanya disimpan saja," ucap Tjahja.

    Informasi itu, tutur dia, sempat dicek kepada narapidana lain di dalam LP. Namun hasil pengecekan tidak diketahui adanya pemakaian atribut komunisme oleh para narapidana. "Informasi itu kami gunakan untuk keperluan internal," kata Tjahja.

    Untuk proses hukum lebih lanjut, LP Madiun menyerahkan sepenuhnya kepada polisi. Tjahja mengaku tidak tahu-menahu soal perkembangan dari penyelidikan oleh pihak kepolisian ihwal temuan kaus bergambar palu-arit itu.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.