'Megawati Bukan Presiden Terbaik Dunia, tapi Presiden Wanita Terbaik di Negeri Ini'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kanan) menerima piagam Museum Rekor Indonesia atas pelaksanaan secara serentak try out Seleksi Bersama Masuk Perguruan Negeri di GOR Ciracas, Jakarta, 21 Mei 2016. ANTARA FOTO

    Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kanan) menerima piagam Museum Rekor Indonesia atas pelaksanaan secara serentak try out Seleksi Bersama Masuk Perguruan Negeri di GOR Ciracas, Jakarta, 21 Mei 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Bandung - Ketua tim promotor penganugerahan gelar doktor honoris causa Universitas Padjadjaran, Obsatar Sinaga, mengatakan mantan presiden Megawati Soekarnoputri memang layak mendapat gelar itu. Musababnya, kata dia, pencapaian Megawati dalam memajukan pemerintahan serta kiprahnya di belantika politik dalam negeri dan luar negeri dinilai cukup mumpuni.

    "Biasanya, keluarga seorang pemimpin itu di sini senang di sana senang, tapi Megawati yang anak presiden bisa menjadi presiden. Malah dia menentukan siapa yang akan menjadi presiden. Barangkali Megawati bukan presiden terbaik di dunia, tapi kami bisa pastikan Megawati adalah presiden perempuan terbaik di negeri ini," ujar Obsatar di kampus Unpad, Bandung, Rabu, 25 Mei 2016.

    BACA JUGA
    TERUNGKAP: Memo Ahok ke Bos Podomoro Soal Barter Reklamasi
    Barter Ahok, KPK Temukan Catatan Keuangan 13 Proyek

    Megawati berhasil menerima gelar doktor honoris causa di bidang ilmu politik dan pemerintahan dari Unpad berkat kiprahnya dalam memajukan konstelasi politik dan pemerintahan di Tanah Air. Pengukuhan gelar itu dilaksanakan di Grha Sanusi Hardjadinata, Unpad, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Rabu, 25 Mei 2016.

    Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu memaparkan orasi ilmiah di depan hadapan ratusan tamu undangan, di antaranya jajaran menteri Kabinet Kerja pemerintah Presiden Joko Widodo, yang juga kader PDIP. Turut hadir dalam acara tersebut, menteri era Presiden Megawati periode 2001-2004.

    Dalam orasinya, Megawati, antara lain, menuturkan pentingnya kesadaran warga negara Indonesia untuk tidak melupakan percikan sejarah yang dicatatkan pendahulu kita, pendiri bangsa. "Bagi saya, sejarah adalah harta karun yang sangat berharga," katanya. Penggalian kebenaran sejarah bangsa ini, ucap dia, menjadi tanggung jawab dan pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan rakyat.

    AMINUDIN A.S.

    BACA JUGA
    TERUNGKAP: Artis KDI Ini Ternyata Pencuri 43 Mobil Rental!

    Wah, Begini Pose Tyas Mirasih di Tempat Tidur & Gaya Mesra



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.