SATU Indonesia Award, Mencari Pemuda Inspiratif

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fasli Jalal, juri satu indonesia award. istimewa

    Fasli Jalal, juri satu indonesia award. istimewa

    TEMPO.CO, Sorong - PT Astra International kembali menggelar program SATU Indonesia Award untuk mencari pelopor-pelopor di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, teknologi, dan kewirausahaan. Tahun ini adalah penyelenggaraan ke tujuh sejak digelar tahun 2010.

    Head of Pulic Relation Astra International Yulian Warman mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi kepada generasi muda yang berprestasi. “Fiosofinya, kami mencari lilin-lilin kecil dari setiap pelosok Indonesia, termasuk Sorong,” kata Yulian dalam sosialisasi SATU Indonesia Award 2016 di Samosiret, Kantor Wali Kota Sorong, Papua Barat, Rabu, 25 Mei 2016.

    Menurut Yulian, lilin selama ini digunakan untuk menjadi alat penerangan di dalam kegelapan. Dia berharap, para pemuda di pelosok nusantara bisa berperan seperti lilin-lilin tersebut. “Mereka bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat di sekitarnya,” katanya.

    Yulian berharap para pemuda tidak ragu untuk ikut dalam kegiatan SATU Indonesia Award 2016. Keikutsertaan mereka sangat dibutuhkan untuk menemukan “lilin-lilin kecil” tersebut.

    Syarat untuk mengikuti kegiatan ini adalah kaum muda yang usianya belum lebih dari 35 tahun. Mereka bisa mendaftarkan secara individu atau kelompok dengan minimal anggota tiga orang. Kegiatan yang ditekuni harus orsinal dan sudah berjalan selama setahun.

    “Karena sifatnya orsinal, mereka yang pernah menerima penghargaan dalam kegiatan yang sama tidak bisa mendaftar,” kata Yulian.

    Program kegiatan yang dapat didaftarkan harus bisa membantu dan mengusahakan orang lain untuk mandiri, bukan sekadar memberikan sumbangan yang berdampak sementara. Kegiatan dapat berupa pelatihan keterampilan sekelompok orang yang kurang beruntung agar mereka punya keahlian dan dapat hidup mandiri.

    Kegiatan-kegiatan yang membawa perubahan tersebut akan dinilai berdasarkan parameter motif, hasil, jangkauan, dan kesinambungan. Dewan juri yang menjadi penilai terdiri dari Prof. Emil Salim (Dosen Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana Universitas Indonesia), Prof. Nila Moeloek (Menteri Kesehatan Republik Indonesia), Prof. Fasli Jalal (Guru Besar Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta), Ir. Tri Mumpuni (Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan) dan Onno W. Purbo Ph.D. (Pakar Teknologi Informasi).

    Selain itu ada pula Direktur Utama PT Tempo Intimedia Tbk. Bambang Harymurti, Head of Public Relation Division PT Astra Internasional  Yulian Warman, dan Head Environment and Social Responbility Divisian PT Astra Internasional Riza Deliansyah.

    SUSENO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.