Napi Teroris Poso Dipindahkan ke LP Atambua

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah personil Brimob menaiki kendaraan untuk memburu kelompok Santoso di Desa Sedoa, Lore Utara, Poso, Sulawesi Tengah, 24 Maret 2016. Aparat gabungan TNI-Polri terus memburu kelompok teroris pimpinan Santoso yang kian terdesak di pegunungan Poso dalam operasi keamanan bersandi Tinombala 2016. ANTARA FOTO

    Sejumlah personil Brimob menaiki kendaraan untuk memburu kelompok Santoso di Desa Sedoa, Lore Utara, Poso, Sulawesi Tengah, 24 Maret 2016. Aparat gabungan TNI-Polri terus memburu kelompok teroris pimpinan Santoso yang kian terdesak di pegunungan Poso dalam operasi keamanan bersandi Tinombala 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Kupang - Terpidana teroris kelompok Poso, Idhamhalid alias Abu khotob Awaludin, dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II-B Atambua, Belu, Nusa Tenggara Timur, Rabu, 25 Mei 2016.

    Idhamlid merupakan warga Bima, Nusa Tenggara Barat, yang ditangkap pasukan Antiteror Densus 88 di Poso dan sudah menjalani masa tahanannya di LP Kelas I-A Kupang sejak 2012.

    Namun karena terjadi overload, Ia pindahkan ke LP Kelas II-B Atambua untuk menjalani sisa masa tahanannya hingga enam tahun. Pemindahan ini mendapat kawalan ketat dari pasukan antiteror Brimob Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur.

    "Terpidana teroris ini dipindahkan ke Lapas Atambua, karena Lapas Kupang terjadi overload," kata Kepala Divisi Lembaga Pemasyarakatan Kantor Wilayah Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kumham) Nusa Tenggara Timur Liberti Sitinjak.

    Liberti berharap terpidana yang sudah menjalani masa pembinaan di lembaga permasyarakatan bisa bertobat dan tidak mengulangi perbuatannya yang merugikan banyak orang. "Semoga saja, usai menjalani masa tahanannya, dia bertobat dan tidak mengulangi perbuatannya," ujarnya.

    Hingga saat ini, sudah tiga terpidana yang dipindahkan ke Nusa Tenggara Timur, dua di antaranya masih menjalani tahanannya di LP Kelas I-A Kupang dan satunya di LP Kelas II-B Atambua.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.