3 Pemerkosaan Sadis: Diikat hingga Dimasukkan ke Lemari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perkosaan

    Ilustrasi perkosaan

    TEMPO.COJakarta - Kasus pemerkosaan disertai kekerasan hingga membuat korban tewas mengenaskan belakangan ini sering terjadi. Perhatian publik tersedot karena miris mengetahui kekejaman begitu rupa.

    Baca juga:

    Wah, Begini Pose Tyas Mirasih di Tempat Tidur & Gaya Mesra
    Tragis: Lari dari 12 Pemerkosa, Amelia Hanyut, Lalu...

    Korbannya tak hanya wanita dewasa. Anak-anak bahkan balita pun jadi sasaran. Pelakunya bisa satu orang atau beramai-ramai. Simak tiga kasus pemerkosaan ini yang begitu kejam menimpa korbannya. 

    2 April 2016 
    Seorang siswi sekolah menengah pertama di Bengkulu tewas dalam kondisi mengenaskan. Yuyun, 14 tahun, tewas setelah diperkosa 13 pria, yang semuanya masih di bawah 20 tahun. Dua di antaranya kakak kelas Yuyun.

    Dalam perjalanan pulang sekolah, Yuyun dicegat oleh para pelaku. Dia disekap, dipukuli dengan kayu, kaki dan tangannya diikat, serta lehernya dicekik. Kemudian para pelaku bergiliran memperkosa Yuyun hingga tewas.

    Untuk menghilangkan jejak, jasad Yuyun dibuang ke jurang sedalam sekitar 5 meter. Baru awal Mei 2016, kasus Yuyun mulai mendapat perhatian publik nasional setelah dikabarkan di media sosial, terutama Twitter dengan tagar #NyalaUntukYuyun. Menurut Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, para pelaku berbuat keji setelah menonton video porno via telepon seluler dan menenggak minuman keras.

    8 Mei 2016 
    Seorang balita 2,5 tahun diperkosa dan dibunuh di Cibungbulang, Kabupaten Bogor, oleh seorang buruh pabrik batako bernama Budiansyah, 26 tahun. Korban adalah tetangga pelaku, warga Kampung Pabuarantonggoh, RT 03 RW 05, Desa Girimulya, Kecamatan Cibungbulang.

    Ketika korban sedang menonton televisi bersama keponakan pelaku pada Ahad pagi, korban dibujuk masuk ke kamar. Budiansyah lalu memperkosa korban dan membekapnya hingga korban lemas dan meninggal. Jenazah korban lantas dimasukkan ke dalam lemari pakaian.

    Esok harinya, pelaku mengeluarkan jenazah korban lalu membuangnya ke belakang rumah korban.

    13 Mei 2016
    Seorang gadis, Eno Farihah, 19 tahun, ditemukan tewas di asrama tempatnya bekerja di Pergudangan 8, Blok DV, RT 01 RW 06, Kosambi Dadap, Kabupaten Tangerang. Eno diperkosa lalu disiksa sekujur tubuhnya, kepalanya dipukul dengan cangkul, lalu gagang cangkul dimasukkan ke dalam tubuhnya. 

    Polisi menetapkan tiga tersangka, yakni Imam alias IH, 24 tahun, Alif alias RAr (24), dan pelajar SMP berinisial RAI (16).

    Awalnya, RAI berkunjung ke kamar Eno pada Kamis, 12 Mei 2016, sekitar pukul 23.30. Setelah mereka bercumbu, Eno menolak berhubungan badan. RAI pergi lalu bertemu Imam serta Arif. Ketiganya pun sepakat memperkosa korban.

    JOBPIE S. | Diolah pelbagai sumber: DANNI M. (PDAT)

    Baca juga:

    Heboh Kontribusi Reklamasi: Tiga Skenario Nasib Ahok
    TERUNGKAP: Artis KDI Ini Ternyata Pencuri 43 Mobil Rental!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.