Bertemu Jokowi di Istana, Golkar Siap Setor Kader  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum terpilih Partai Golkar, Setya Novanto dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengibarkan bendera partai saat penutupan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, 17 Mei 2016. Setya Novanto memilih Idrus Marham tetap sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golkar. TEMPO/Johannes P. Christo

    Ketua Umum terpilih Partai Golkar, Setya Novanto dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengibarkan bendera partai saat penutupan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, 17 Mei 2016. Setya Novanto memilih Idrus Marham tetap sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golkar. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.COJakarta - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menegaskan bahwa dukungan partainya kepada pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla adalah tanpa syarat. Namun ia mengatakan kader partainya siap jika diminta masuk dalam kabinet. 

    "Kalau diberikan kepercayaan, kader Golkar siap, banyak. Jadi diajak masuk alhamdulillah, tidak masuk juga alhamdulillah," kata Idrus sebelum menemui Presiden Jokowi di kompleks Istana, Selasa, 24 Mei 2016. Idrus mengatakan masuk atau tidaknya Golkar dalam kabinet tidak mengurangi peran-peran strategis partai tersebut dalam memicu pembangunan bersama pemerintah. 

    Idrus mengatakan keputusan mengenai perombakan kabinet sepenuhnya berada di tangan Presiden. Namun, jika terjadi reshuffle, perombakan harus menjamin adanya produktivitas dan efektivitas kinerja kabinet. 

    Adapun Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto mengatakan perombakan kabinet sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden. Menurut dia, Golkar tidak mencampuri masalah yang berkaitan dengan reshuffle kabinet. 

    Sore ini, Setya Novanto selaku Ketua Umum Golkar yang baru menghadap Presiden Jokowi. Dalam pertemuan dengan Presiden, Setya didampingi Sekretaris Jenderal Idrus Marham, Bendahara Umum Robert Kardinal, Ketua Harian Nurdin Halid, dan Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie. Nurul Arifin juga hadir mendampingi.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.