Kapolri: Kaus Turn Back Crime Bukan Seragam Polisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Badrodin Haiti menjawab pertanyaan awak media seusai menghadiri pertemuan dengan pimpinan DPR dan MPR di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 10 Februari 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Badrodin Haiti menjawab pertanyaan awak media seusai menghadiri pertemuan dengan pimpinan DPR dan MPR di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 10 Februari 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Jenderal Badrodin Haiti menegaskan bahwa kaus dengan tulisan "Turn Back Crime" yang disingkat TBC bukanlah seragam polisi maupun Interpol.

    "TBC hanya moto dari Interpol," kata Badrodin di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 24 Mei 2016.

    Badrodin mengatakan tidak ada larangan bagi siapa pun untuk mengenakan kaus berwarna biru navy tersebut, sekali pun jika ada tulisan "Polisi" di bagian punggung kaus.

    "Apakah kalau ditulis polisi dia pasti polisi? Bukan, itu bukan uniform-nya polisi," katanya.

    Badrodin mengaku tidak mengetahui adanya surat edaran pelarangan memakai kaus tersebut. Ia juga tak mempermasalahkan bila ada anggota reserse yang memakai kaus TBC untuk melakukan penangkapan.

    "Reserse tidak ada seragamnya. Bagaimana reserse bisa pakai seragam?" ujarnya.

    Penggunaan kaus TBC yang bisa disalahgunakan, membuat orang bingung membedakan mana polisi asli dan palsu bila sedang bertugas. Karenanya, Badrodin menyarankan agar menanyakan langsung kepada si pemakai. Menurut dia, polisi akan memiliki surat tugas bila melakukan penangkapan.

    Meski begitu, Badrodin melihat penggunaan kaus TBC bukan hal yang memberikan dampak negatif. "Saya melihat dampaknya positif, karena setiap orang pakai TBC ingatkan bahwa setiap kejahatan harus diperangi," tuturnya.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.