PMI Terima Rp 2 Miliar dari Perusahaan Konstruksi Cina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • JKetua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla. ANTARA/Andika Wahyu

    JKetua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Palang Merah Indonesia mendapat bantuan dana sebesar Rp 2 miliar dari perusahaan konstruksi asal Cina. Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengatakan donasi ini akan digunakan untuk masyarakat yang terkena bencana.

    "Partisipasi sumbangan ini sangat berharga bagi orang-orang yang mengalami kesulitan baik di Indonesia maupun di tempat-tempat lain serta memberikan manfaat yang besar," kata Kalla saat menyaksikan penyerahan donasi di kantor PMI, Jakarta, Selasa, 24 Mei 2016.

    Kalla mengucapkan rasa terima kasihnya atas donasi yang diberikan Bauing. Dia mengatakan salah satu tugas yang dilakukan PMI adalah melakukan pengungsian pada korban bencana, baik di Tanah Air dan maupun di negara lain sebagai bentuk solidaritas.

    "Saya berterima kasih atas partisipasi itu karena semua juga dapat membantu bersama dan pekerjaan yang sangat mulia," kata Kalla.

    Donasi tersebut berasal dari PT Bauing Construction Group. Presiden Direktur Bauing, Gu Shao, mengatakan dana Rp 2 miliar itu berasal dari hasil lelang dua lukisan Cina. Penyerahan dana secara simbolis dilakukan Gu Shao kepada Ketua Harian Pengurus Pusat PMI Ginandjar Kartasasmita.

    "Kami memberikan dana ini pada PMI untuk membantu mengatasi masalah kesehatan," kata Gu Shao. Ia mengaku yakin donasi tersebut akan mempererat hubungan antara Indonesia dan Cina.

    Bantuan secara resmi sebenarnya telah diterima PMI pada 21 Mei 2016. Namun, penyerahan secara simbolis baru dilakukan pada Selasa ini. Ginandjar mengatakan akan memaksimalkan pengelolaan dana tersebut secara terbuka dan transparan. "Silakan bapak dan ibu donatur meminta laporan pertanggungjawaban bantuan ini," kata Ginanjar.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.