Pengendara: Apes, Sudah Kena Tilang Malah Diceramahi Ustad

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Razia pengendara motor/antisipasi begal. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Ilustrasi Razia pengendara motor/antisipasi begal. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Bangkalan - Pengendara yang tak tertib jelas bikin pusing aparat polisi lalu lintas. Tapi, di mana ada keinginan di situ ada jalan. Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bangkalan, Jawa Timur, punya cara sendiri supaya pengendara bandel menjadi patuh di jalan raya.

    Dalam razia kendaraan roda dua dan empat Patuh Semeru di depan Alun-alun Kota Bangkalan pada Senin, 23 Mei 2016, aparat menggandeng ustad, selain penegak hukum seperti jaksa dan hakim untuk menangani sidang di tempat. Guru agama itu menerangkan kepada para pelanggar bagaimana ajaran Islam mengenai tertib lalu-lintas.

    BACA JUGA
    Geger Daging Manusia Dijadikan Kornet, Ini Penampakannya
    Wah, Pemerintah Larang Nikahi Brondong, Begini Alasannya

    "Apes, sudah kena tilang, malah dapat ceramah,” kata Taufik, seorang siswa yang terjaring razia. “Tapi unik, baru kali ada ceramah saat razia." Pelanggar menerima bukti pelanggaran (tilang) sebelum menghadap ustad dan hakim.

    Awalnya, ceramah berjalan lancar. Pelanggar yang kena razia manggut-manggut mendengarkan ceramah. Ketika tiba giliran mahasiswa, ceramah ustad didebat. Mahasiswa itu mengatakan, dalam ajaran Islam segala hal dipermudah, seperti salat berbaring bari yang sakit. “Tpi kenapa ujian SIM dipersulit, tiga kali ikut gak lulus juga," ujarnya.

    BACA JUGA

    Duh, Adegan Suami-Isteri Disiarkan Live, Penonton Bisa Coba
    Dea Mirella: Aku Hancur, Menangis Tiap Dengar Suara Bayi

    Lucunya, jawaban ustad justru tak ada kaitan dengan agama. “Kalau gagal berarti kurang latihan praktik, jadi harus rajin latihan supaya berhasil," kata Ustad Hori.

    Mahasiswa lainnya ikut protes. "Kami yang tinggal di desa bagaimana mau latihan, tempat latihan cuma ada di kantor polres,” ucapnya. Ustad Hori berfikir sejenak sebelum menjawab. "Kalau Anda daftar buat SIM, Anda bisa sekalian latihan mumpung di kantor polres,” kata ustad Hori.

    Kepala Satlantas Polres Bangkalan Ajun Komisaris Adi Nugroho mengatakan, ustad dilibatkan agar imbauan tertib berlalu lintas lebih mengena hati warga Bangkalan yang kuat budaya Islamnya. Data Satlantas Polres Bangkalan menyebutkan, sejak Patuh Semeru dilaksanakan lima hari lalu, jumlah kendaraan yang terjaring razia mencapai 800. Pelanggaran terbanyak, pengendsara tidak memiliki SIM atau surat kendaraan.

    MUSTHOFA BISRI

    BACA JUGA

    Duh, Adegan Suami-Isteri Disiarkan Live, Penonton Bisa Coba
    Dea Mirella: Aku Hancur, Menangis Tiap Dengar Suara Bayi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.