Memperkuat Sendi Ekonomi Bangsa Melalui Jambore HIPMI

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kunci kesuksesan itu adalah terbuka menghadapi kompetisi dalam mengejar ketertinggalan bangsa.

    Kunci kesuksesan itu adalah terbuka menghadapi kompetisi dalam mengejar ketertinggalan bangsa.

    INFO NASIONAL - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) sangat mendukung program BPP HIPMI untuk melahirkan kader- kader pengusaha baru dari kalangan mahasiswa se-Indonesia dan ASEAN melalui acara “Jambore HIPMI Perguruan Tinggi se-ASEAN 2016”’ dengan tema “Revolusi Mental, Jalan Tengah Membangun Entrepreneur Muda yang Berdaya Saing di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN” yang digelar di Telkom University, Kabupaten Bandung, Senin, 23 Mei 2016. Acara ini berlangsung dari 22 - 26 Mei 2016.

    Menurut Aher, hal ini sejalan dengan program Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018 yang ingin mencetak 100 ribu wirausaha baru di Jawa Barat, yang didukung progam Kredit Cinta Rakyat dari APBD Provinsi Jawa Barat, dan sertifikasi produk halal MUI. Saat ini, sedikitnya telah lahir sebanyak 60 ribu pengusaha baru dari berbagai bidang usaha di Provinsi Jawa Barat. “Melalui program-program tersebut, diharapkan dapat mengubah mindset masyarakat, khususnya pemuda yang dari semula pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Sehingga, jumlah pengusaha di Jawa Barat bisa meningkat agar dapat mengakselerasi roda perekonomian daerah dan nasional,” kata Aher di hadapan rombongan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang hadir untuk membuka Jambore.

    Sejalan dengan itu, kata Aher, taraf pendidikan yang tinggi, ide-ide kreatif dan inovatif, serta semangat yang dimiliki para mahasiswa, menjadi modal berharga untuk menjadi entrepreneur sukses. Ia berharap Jambore ini pun mampu untuk mengasah hal-hal ini.

    Kata Aher, sebagaimana dimaklumi bersama, dalam rangka menghadirkan ekonomi yang lebih baik, khususnya sesuai Nawa Cita nomer enam, yaitu meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya. Selain itu juga Nawa Cita nomor 7, yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. “Maka, Jambore yang merupakan pengkaderan bagi mahasiswa dan pelajar se-Asean ini, diharap dapat menjadi spirit untuk memperkuat sendi ekonomi bangsa dengan membangun enterpreneur muda yang berdaya saing di era Masyarakat Ekonomi Asean,” ucap Aher.

    Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga memotivasi para pengusaha muda dan para calon kader pengusaha muda peserta Jambore untuk tidak mudah menyerah dalam berbisnis. “Semangat harus kenceng. Saking kenceng-nya remnya sampai blong, terus jatuh. Kalau jatuh, ya bangkit lagi. Kalau mau jadi pengusaha itu terjuni, jalani. Kalau ada persoalan di lapangan, selesaikan. Kalau gagal, jatuh, bangkit lagi. Seperti itu,” kata Jokowi.

    Presiden menuturkan, kemajuan teknologi terkini membuat dunia seolah tak berbatas. Ia mencontohkan, untuk berdagang kini tidak harus di pasar atau membuka toko. Namun dengan e-commerce, online shop, para pengusaha bisa langsung bersaing dengan para pedagang lain dengan skala internasional sekaligus. “Semuanya tersajikan dengan cepat dan tak terbendung lagi. Pilihan kita dua, mau terbuka atau tertutup. Terbuka itu artinya berani berkompetisi, bertarung, bersaing, harus menyiapkan diri, dan membuka diri. Sedangkan tertutup, kita menutup diri dari kompetisi, lalu pasrah dengan keadaan,” kata Presiden.

    Karenanya, Jokowi menegaskan bahwa kunci kesuksesan itu adalah terbuka menghadapi kompetisi dalam mengejar ketertinggalan bangsa. “Artinya, kalau ada pesaing baru kita bangun, kalau ada kompetisi baru kita bangun. Saya ingin, dengan adanya MEA bisa memberikan sebuah semangat anak-anak muda, terutama untuk bangkit berani bersaing dan berkompetisi,” ujarnya.

    Hal senada disampaikan Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadalia. Ia meyakini, pengusaha muda Indonesia siap bersaing dengan negara lain. “HIMPI selalu optimis, dan tidak perlu takut dengan MEA,” ucapnya.

    Pada kegiatan yang dihadiri sekitar 4.000 orang peserta dari berbagai perguruan tinggi yang ada di 10 negara Asean ini, Bahlil menyampaikan bahwa output perguruan tinggi di Indonesia kebanyakan masih berorientasi pada ijazah, dan membuat mahasiswanya hanya berkeinginan menjadi karyawan saja. “Jadi bukan berorientasi pada mencari ilmu untuk membuat lapangan kerja,” ujarnya.

    Berbagai rangkaian acara digelar dalam pertemuan Jambore HIMPI Perguruan Tinggi (PT) se- Asean ini. Di antaranya, konferensi, workshop tentang business plan, branding plan, sales plan, training tentang leadership, training negosisasi, serta kegiatan inspiratif lainnya.

    Selain  Presiden Republik Indonesia Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo, hadir pula dalam acara ini Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta, para menteri kabinet kerja, bupati Bandung dan jajaran Forkopimda Jabar dan kabupaten Bandung, Sekjen BPP HIPMI Raditya Priamana Djan, Rektor HIPMI Perguruan Tinggi Said Aldi Al Idrus, Ketua Kadin Malaysia sekaligus Presiden Dunia Melayu Dunia Islam Tan Sri HM Ali Rustam, Ketua HIPMI Jabar Jodi Janitra, Ketua HIPMI Perguruan Tinggi se- Asean, dan kepala dinas KUMKM.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.