Polda Riau Gagalkan Perdagangan Gading Gajah Rp 1 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah barang bukti berupa gading gajah, senjata tajam, dan senjata api  diamankan polisi dari tangan tujuh tersangka pemburu gading gajah di Polda Riau, 17 Februari 2015. Tersangka mengaku akan menjual gading gajah tersebut seharga Rp 10 juta Perkilogram. TEMPO/Riyan Nofitra.

    Sejumlah barang bukti berupa gading gajah, senjata tajam, dan senjata api diamankan polisi dari tangan tujuh tersangka pemburu gading gajah di Polda Riau, 17 Februari 2015. Tersangka mengaku akan menjual gading gajah tersebut seharga Rp 10 juta Perkilogram. TEMPO/Riyan Nofitra.

    TEMPO.COPekanbaru - Kepolisian Daerah Riau menggagalkan perdagangan gading gajah di Pekanbaru. Polisi mengamankan dua gading gajah asal Aceh seberat 46,5 kilogram dari tangan lima tersangka. Diduga gading gajah itu bakal dihargai senilai Rp 1 miliar.

    "Pelaku beserta barang bukti diamankan Jumat pekan lalu," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Komisaris Besar Rivai Sinambela, Senin, 23 Mei 2016.

    Adapun kelima tersangka adalah Syafriman, 61 tahun, warga Jalan Durian, Pekanbaru; Maruf (46), warga Tangkerang, Pekanbaru; Yusuf, (41), warga Kunto Darusalam, Rokan Hulu; Wartono (44), warga Kampar Kiri, Kampar; dan Nizam (43), warga Desa Gema, Kampar. 

    Rivai mengatakan kelima tersangka ditangkap petugas di sebuah rumah makan di Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru, Jumat, 20 Mei 2016. Rencana mereka terungkap setelah petugas mendapat informasi adanya upaya jual-beli gading gajah di Pekanbaru. 

    Polisi melakukan penyamaran sebagai pembeli. Pelaku akhirnya tertangkap tangan beserta barang bukti berupa dua gading gajah dengan panjang 1,7 meter.

    Setelah dilakukan pemeriksaan, kata Rivai, kelima pelaku mengaku hanya berperan sebagai penjual. "Mereka bukan pemburu," ujarnya.

    Menurut Rivai, gading gajah itu dibawa oleh dua pelaku, Maruf dan Yusuf, dari Aceh. Gading itu kemudian dibawa ke Pekanbaru untuk dijual. Tiga pelaku lainnya bertindak sebagai penghubung dan berusaha mencari pembeli. Namun sejauh ini polisi belum mengetahui siapa yang akan menampung gading tersebut. "Pemburu gading gajah itu berada di Aceh, saat ini masih dalam pengejaran," ucapnya. 

    Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Alam dengan ancaman pidana kurungan 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta. 

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.