Suka-Duka Saleh, Penceramah Gratis di Bus Kota Bandung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penceramah di bus kota Damri Bandung, Saleh Muslim, 39 tahun. TEMPO/ANWAR SISWADI

    Penceramah di bus kota Damri Bandung, Saleh Muslim, 39 tahun. TEMPO/ANWAR SISWADI

    TEMPO.CO, Bandung - Berceramah tiap akhir pekan di bus kota kini menjadi kegiatan rutin Saleh Muslim, 39 tahun. Melakoninya sejak 1999 tanpa imbalan uang, Saleh pernah diancam pengamen hingga berkesempatan umrah ke Mekah.

    Ayah dari empat orang anak itu sempat beberapa kali bersinggungan waktu dan tempat dengan pengamen bus kota. “Ada juga yang pernah mengancam, tapi setelah itu jadi berteman,” kata Saleh yang ditemui Tempo saat acara bedah buku berjudul 30 Ceramah Dai Bus Kota di gedung Pusat Dakwah Islam Bandung, Ahad, 22 Mei 2016.

    Buku itu merupakan kumpulan ceramahnya dengan beragam tema umum. Misalnya tentang kehidupan, bahagia, pengenalan diri, pengenalan diri dan dunia, berpikiran positif, serta ingat kepada Tuhan. “Sebab, penumpangnya beraneka ragam dan tidak semua orang Islam,” ujarnya.

    Dia pun mengaku berlapang dada saat penumpang tak menghiraukan, tetap memakai earphone, atau melakukan aktivitas lain seperti tidur atau membaca. “Itu risiko dakwah, bisa diterima, ditolak, sampai dibenci,” katanya. Sejauh ini, menurut Saleh, tidak ada siapa pun yang melarangnya.

    Pekerjaan tetap Saleh adalah guru sebuah sekolah dasar Islam di Cingised, Bandung. Tiap Sabtu dan Ahad siang, ia berceramah sekitar 5-10 menit di bus kota Damri sebelum berangkat mengantar penumpang. Lokasinya kadang di Terminal Bus Leuwipanjang, Jalan Elang, dan halte Alun-alun Bandung. Sejak 2012, ia mendapat izin dari Damri.

    Pantang menerima bayaran dari penumpang, suatu ketika ia mendapat tawaran umrah gratis dari orang tua muridnya. Ia menggantikan calon peserta yang batal berangkat. Ceramahnya sekarang bersama dengan kelompok pengamen yang membawakan lagu-lagu keagamaan.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.