Wah, Pemerintah Larang Nenek Nikahi Brondong, Ini Alasannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Jose Manuel Ribeiro

    REUTERS/Jose Manuel Ribeiro

    TEMPO.CO, Vaud - Pengadilan Swiss melarang seorang nenek berusia 71 tahun menikah dengan pemuda Tunisia berusia 21 tahun. Pasangan yang bertemu lewat dunia maya itu merasa ada kerikatan karena sama-sama menyukai musik rap.

    "Kami berdua suka mendengarkan musik rap dan berjalan-jalan di pedesaan. Kami punya pikiran yang sama," kata wanita pensiunan yang namanya dirahasiakan itu kepada surat kabar Swiss, 20 Minutes.

    Baca Juga:

    Wah, Begini Pose Tyas Mirasih di Tempat Tidur & Gaya Mesra
    Tragis: Lari dari 12 Pemerkosa, Amelia Hanyut, Lalu...
    TERUNGKAP: Artis KDI Ini Ternyata Pencuri 43 Mobil Rental!

    Dia mengaku pertama kali dikontak oleh pemuda Tunisia, yang juga tidak disebutkan identitasnya , lewat Facebook. Kala itu, si pemuda masih berusia 18 tahun.

    Kantor catatan sipil di Vaud, Swiss bagian barat, menentang pernikahan tersebut dengan menudingnya sebagai "penipuan emosional". Tujuannya untuk mendapatkan visa bagi pemuda Tunisia.

    Nenek pensiunan sekretaris tersebut mengaku jatuh cinta kepada si pemuda yang ia kunjungi di Tunisia selama 5 hari pada Agustus lalu. Mereka mengajukan permohonan pernikahan ke Duta Besar Swiss di Tunisia pada hari terakhir kunjungan si nenek.

    Namun, pengadilan menilai, perasaan si pria tidak tulus. Hukum Swiss melarang pernikahan yang dilakukan demi mendapatkan izin tinggal.

    Si nenek pernah menikahi seorang pria asal Kamerun, yang usianya 13 tahun lebih muda darinya, pada 1988. Pernikahan itu berakhir perceraian.

    THE INDEPENDENT | NATALIA SANTI

    Baca juga:
    Heboh Kontribusi Reklamasi: Tiga Skenario Nasib Ahok
    Dea Mirella: Aku Hancur, Menangis Tiap Dengar Suara Bayi

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.