Polisi Identifikasi Video ISIS Bakar Paspor Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak melemparkan buku paspor mereka dan membakarnya seusai mendapatkan pelatihan menembak dan fisik oleh militan ISIS. dailymail.co.uk

    Anak-anak melemparkan buku paspor mereka dan membakarnya seusai mendapatkan pelatihan menembak dan fisik oleh militan ISIS. dailymail.co.uk

    TEMPO.COJakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan institusinya sudah mengidentifikasi video propaganda kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Polri, kata dia, mendapat informasi awal terkait dengan pelaku pembawa pesan dalam tayangan video yang membakar paspor Indonesia itu.

    "Yang menyampaikan pesan-pesan dalam tayangan adalah seorang warga Malaysia," kata Boy saat dihubungi, Ahad, 22 Mei 2016. "Atas nama Abu Thalma."

    Boy mengatakan lokasi syuting video itu berada di Provinsi Al Barakah, timur laut Suriah. Dalam video itu memang disertakan sekitar 23 anak yang memegang paspor Indonesia. Namun pelaku pembawa pesan dalam video itu merupakan warga negara Malaysia. Saat ini, yang dilakukan kepolisian adalah memblokir penyebaran video tersebut.

    Beberapa waktu lalu, ISIS menyebarkan video berdurasi 2 menit 40 detik melalui media sosial. Video itu menampilkan puluhan orang berlatih perang di lapangan sambil menembakkan senjata laras panjang dan pendek. Selanjutnya, sekitar 20 anak berumur di bawah 14 tahun berdiri seraya mengangkat paspor Indonesia.

    Setelah salah seorang berpidato, puluhan anak itu lantas melemparkan paspor mereka ke tengah. Setelah semua paspor terkumpul, seorang anak maju ke depan memimpin pembakaran. Bocah lelaki itu membakar paspor Indonesia miliknya dan melemparkannya ke kumpulan paspor lain.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.