Korban Tewas Akibat Awan Panas Sinabung Menjadi 7 Orang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Sinabung menyemburkan material vulkanik disertai awan panas di Desa Kuta Tonggal, Karo, Sumatera Utara, 29 Juni 2015. ANTARA/Endro Lewa

    Gunung Sinabung menyemburkan material vulkanik disertai awan panas di Desa Kuta Tonggal, Karo, Sumatera Utara, 29 Juni 2015. ANTARA/Endro Lewa

    TEMPO.COMedan - Korban meninggal dunia akibat tersapu awan panas yang meluncur dari kawah Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, bertambah menjadi tujuh orang. Korban ketujuh bernama Ibrahim Sembiring meninggal dunia Minggu pagi, 22 Mei 2016.

    Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karo Jhonson Tarigan mengatakan Ibrahim sempat mendapat perawatan di Medan. Namun nyawanya tidak bisa diselamatkan. "Luka bakarnya lebih dari 50 persen," ujarnya kepada Tempo, Minggu, 22 Mei 2016.

    Menurut Tarigan, petugas gabungan penyelamat hingga Minggu siang terus melakukan penyisiran terhadap korban dan masyarakat yang masih berada di Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. Bila ditemukan, mereka dibawa keluar dari zona merah atau zona larangan bagi masyarakat untuk beraktivitas.

    Adapun korban dalam keadaan kritis akibat luka bakar telah dirujuk ke Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi, yakni Cahaya Sembirng dan Cahaya Beru Tarigan. "Semuanya warga Desa Gamber," ujar Tarigan.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sumatera Utara Ajun Komisaris Besar Rina Sari Ginting mengatakan hari ini dilakukan evakuasi terhadap warga yang masih bertahan di zona merah. Warga juga diimbau agar tidak melakukan aktivitas serta memasuki zona larangan. "Personel kami sudah memulai evakuasi sejak kemarin," ucap Rina.

    Saat kejadian, semua korban berada di Desa Gamber. Mereka berladang di zona merah dalam radius 5 kilometer dari Gunung Sinabung. "Dari keterangan warga, ada 25 kepala keluarga yang melakukan aktivitas berladang di zona merah," tutur Rina.

    Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei menginstruksikan kepada Bupati Karo untuk mengambil langkah cepat mengosongkan zona merah, yaitu Desa Gamber. “Patroli, penjagaan, dan sosialisasi agar ditingkatkan. Aparat agar lebih tegas melarang masyarakat menerobos zona merah,” kata Willem dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Minggu, 22 Mei.

    Willem mengatakan ancaman Gunung Sinabung tidak hanya letusan disertai awan panas, tapi juga ada potensi banjir lahar dingin. Aktivitas vulkanis Gunung Sinabung masih dalam kategori tinggi. Potensi letusan susulan masih akan terjadi. Termasuk letusan yang disertai semburan awan panas dari sisi timur, tenggara, dan selatan.

    Berikut ini daftar korban meninggal dunia.

    1. Karman Meliala, 60 tahun, Desa Gamber (jenazah masih di Rumah Sakit Umum Kabanjahe).

    2. Irwansyah Sembiring, Desa Gamber (jenazah masih di RSU Kabanjahe).

    3. Nanin Beru Sitepu, 50 tahun, Desa Gamber (jenazah masih di RSU Kabanjahe).

    4. Leo Peranginangin, 25 tahun, Desa Gamber (jenazah masih di RSU Kabanjahe).

    5. Mulip Ginting, 45 tahun, Desa Gamber (jenazah masih di RSU Kabanjahe).

    6. Ersada Ginting, 55 tahun, Desa Gamber (meninggal setelah beberapa saat dirawat di RSU Adam Malik Medan, saat ini jenazah masih berada di RSU Adam Malik).

    7. Ibrahim Sembiring (meninggal dunia Minggu, 22 Mei).

    SAHAT SIMATUPANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.