Jusuf Kalla Hadiri Waisak: Semua Agama Ajarkan Keselamatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Wakil Presiden Jusuf Kalla saat mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 25 April 2016. Dari lawatan ke empat negara Eropa, total investasi yang bisa diboyong ke Indonesia mencapai US$ 20,5 miliar atau setara Rp 266,5 triliun. TEMPO/Subekti.

    Ekspresi Wakil Presiden Jusuf Kalla saat mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 25 April 2016. Dari lawatan ke empat negara Eropa, total investasi yang bisa diboyong ke Indonesia mencapai US$ 20,5 miliar atau setara Rp 266,5 triliun. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.COMagelang - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Indonesia bangga punya Candi Borobudur sebagai warisan yang dipelihara dengan baik oleh masyarakat di sekitarnya tanpa memandang perbedaan agama.

    Hal itu menjadi contoh bagaimana umat beragama saling menghormati dalam menjaga Borobudur. Agama Islam menghormat agama lain. Begitu pula agama Buddha dan Kristen yang menghormati sesama.

    Jusuf Kalla berbicara pada acara Dharma Santi memperingati Hari Raya Waisak di taman Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu malam, 21 Mei 2016. Menurut dia, dunia mengalami banyak masalah, seperti konflik ekonomi dan kesejahteraan. Ia berpesan agar umat beragama memperkuat persatuan dan kerja sama. "Apa pun agamanya, perlu meningkatkan kerja sama untuk kemajuan bangsa," kata Kalla.

    Ia menyatakan Waisak merupakan perayaan untuk menyampaikan kegembiraan dan mengevaluasi apa yang kita lakukan untuk ibadah masing-masing. Cinta kasih terhadap sesama manusia, kesatuan, persaudaraan, dan kebahagiaan bersama menjadi tujuan bersama.

    Semua agama, kata Kalla, menyampaikan hal yang sama, yakni keselamatan. Pesan keselamatan ada pada Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha. Sebagai bangsa yang besar, Indonesia punya beragam perbedaan tapi satu. Perdamaian memberi tujuan kesejahteraan yang dijalankan dengan baik dan penuh kejujuran.

    Memajukan bangsa, kata JK, perlu sentuhan cinta kasih dari lubuk hati, saling menghormati, dan kerja sama yang baik. Di Indonesia terdapat pandangan yang berbeda-beda, misalnya pandangan yang baik, keras, dan lembut. 

    Pandangan itu menjadi modal yang kuat untuk bangsa. Dengan begitu, perlu sumbangan keras dalam bidang ekonomi, sosial, dan keagamaan. "Bangsa yang besar perlu cinta kasih dengan tujuan keadilan dan kemakmuran," ujar Kalla.

    SHINTA MAHARANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Pembala Jatuh, Marc Marquez Jaya di Catalunya, Barcelona

    Marc Marquez memenangi seri ketujuh balapan MotoGP di Sirkuit Catalunya, Barcelona pada 16 Juni 2019 yang diwarnai jatuhnya empat pebalap unggulan.