Chappy Hakim: Kasus Lion Air dan AirAsia Pertama di Dunia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait (tengah),  bersama Haris Arthur (kanan),  dan Kapten Dwiyanto Ambarhidayat,  menjawab pertanyaan wartawan di Kantor Pusat Lion Air, Jakarta, 23 Februari 2015. TEMPO/Tony Hartawan

    Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait (tengah), bersama Haris Arthur (kanan), dan Kapten Dwiyanto Ambarhidayat, menjawab pertanyaan wartawan di Kantor Pusat Lion Air, Jakarta, 23 Februari 2015. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat penerbangan, Chappy Hakim, mengatakan insiden salah menurunkan penumpang yang dilakukan Lion Air dan AirAsia bukan kesalahan sepele. Menurut dia, kedua peristiwa itu membuktikan belum baiknya industri penerbangan di Indonesia.

    "Ini pertama kalinya terjadi di dunia," katanya dalam satu diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 21 Mei 2016.

    Lion Air pada 10 Mei diduga menurunkan penumpang penerbangan internasional dari Singapura di pintu kedatangan domestik di Bandara Soekarno-Hatta. Akibatnya para penumpang tidak melewati pemeriksaan imigrasi.

    Enam hari kemudian, insiden serupa juga diduga dialami penumpang maskapai AirAsia di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Akibatnya 47 penumpang tidak masuk melalui gerbang keimigrasian.

    Chappy menyatakan kemajuan teknologi seharusnya berbanding lurus dengan perkembangan industri penerbangan. Maskapai juga perlu menerapkan tiga kunci utama, yakni kedisiplinan tinggi, pengawasan ketat, dan adanya penerapan law enforcement.

    Menurut purnawairawan bintang empat ini, Indonesia juga memiliki masalah mendasar lainnya. Pada awal 2000-an, kata Chappy, pemerintah memberikan syarat mudah bagi pengusaha yang ingin mendirikan maskapai penerbangan. Dampaknya, perusahaan penerbangan menjamur tapi tidak didukung dengan sistem pengelolaan yang baik.

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?