Datangi Keluarga Eno, Khofifah Disambut Teriakan 'Hukum Mati'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat membeberkan rencana Kementerian Sosial di Rakor Program Pemberdayaan Sosial di Bandung, Jawa Barat, 13 April 2016. TEMPO/Prima Mulia

    Ekspresi Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat membeberkan rencana Kementerian Sosial di Rakor Program Pemberdayaan Sosial di Bandung, Jawa Barat, 13 April 2016. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Tangerang - Puluhan warga berteriak “Hukum mati!” berkali-kali saat Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa tiba di rumah keluarga korban pembunuhan sadis, Eno Parihah. Tak hanya bersuara, beberapa warga juga membawa spanduk dan papan tulis yang bertuliskan “Kami Keluarganya Alm. Eno Farihah Menuntut Para Pelaku Hukuman Mati" dan "Stop Kekerasan pada Kaum Hawa".

    Eno, 19 tahun, adalah karyawati pabrik plastik di Kosambi, Kabupaten Tangerang. Ia menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan. Eno ditemukan tewas di mes karyawan PT Poly Global Mandiri, Desa Jati Mulia, Kosambi, Kabupaten Tangerang, pada Jumat, 13 Mei 2016. Polisi menetapkan tiga tersangka dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan tersebut, yakni Rakhmat Arifin alias Alif, 24 tahun, Imam Hapriadi (20), dan siswa sekolah menengah pertama berinisial RA (15).

    Baca juga:
    Heboh Reklamasi Pantai: Beredar, Video Ahok Damprat Wartawan  
    Karyawati Diperkosa & Dihantam Cangkul: Ini 3 Setan Pemicunya

    Khofifah tiba di rumah duka di Jalan Puser, RT 12 RW 3, Kampung Bangkir, Desa Pegandikan, Kecamatan Lebak Wangi, Serang, pukul 19.30 WIB. Sambil diiringi warga, Khofifah berjalan menuju kediaman Eno dan menyalami keluarga sambil memberi ucapan bela sungkawa.

    "Bapak dan Ibu, hari ini merupakan hari ketujuh kita semua ditinggalkan Ananda Eno Farihah. Ini adalah panggilan yang Allah berikan kepada hamba yang dicintai," kata Khofifah kepada keluarga korban pada Jumat, 20 Mei 2016.

    Khofifah berujar, Eno adalah anak yang salihah. Hal itu dinilai Khofifah dari kepedulian Eno yang tetap ingin membantu keuangan keluarganya di semasa hidupnya. "Hasil kerja Eno itu dibagikan kepada adik-adiknya karena ingin membantu keluarganya," ucapnya.

    Dalam kunjungannya itu, Khofifah memimpin doa tahlilan untuk mendoakan arwah Eno. Terlihat Khofifah sampai meneteskan air mata saat mengucapkan doa. Ia berharap Eno bisa dikumpulkan oleh-Nya dengan orang-orang yang saleh dan salihah. "Semoga selalu menjadi kebanggaan orang tua," tutur Khofifah.

    Tak lama kemudian, Khofifah ditemani keluarga Eno menabur bunga di makam karyawati pabrik itu yang letaknya sekitar 50 meter dari kediaman korban. Di akhir kunjungannya, Khofifah memberikan uang Rp 15 juta sebagai rasa bela sungkawa kepada keluarga korban. "Itu bukan santunan, tapi rasa kami berduka serta rasa kami berbela sungkawa kepada keluarga almarhumah, karena masih ada tahlil dan lain-lain," kata Khofifah.

    NIKOLAUS HARBOWO


    Baca juga:
    Heboh Reklamasi Pantai: Beredar, Video Ahok Damprat Wartawan 

    Karyawati Diperkosa & Dihantam Cangkul: Ini 3 Setan Pemicunya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.