Dinas Pendidikan Bandung Larang Perpisahan Mewah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Coret-coret baju usai kelulusan sekolah. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

    Ilustrasi Coret-coret baju usai kelulusan sekolah. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana mengeluarkan Surat Edaran tentang Penyelenggaraan Kegiatan Pelepasan Siswa Kelas Akhir atau perpisahan sekolah. Surat tertanggal 19 Mei 2016 itu terkait pemanggilan Dinas kepada seorang Kepala SMP Negeri yang sekolahnya dinilai ingin membuat acara perpisahan secara mewah. “Biayanya Rp 500 ribu per siswa, termasuk yang tidak mampu diminta Rp 200 ribu,” kata Elih kepada Tempo, Jumat, 20 Mei 2016.

    Elih mengatakan saat ini tengah musim acara perpisahan sekolah dari tingkat SD hingga SMA sederajat di Kota Bandung. Beberapa waktu lalu masuk pengaduan dari seorang warga tidak mampu yang dipungut uang perpisahan sekolah sebesar Rp 200 ribu di sebuah SMP Negeri. “Tidak boleh ada pungutan seperti itu dalam bentuk apa pun, kalau mau menyumbang silakan karena tidak ada paksaan,” ujarnya.

    Meskipun biaya perpisahan ditetapkan secara musyawarah dengan siswa, orang tua, dan guru, Kepala Sekolah harus tegas menentukan layak tidaknya. Patokannya, kata Elih, acara tetap harus bernuansa pendidikan dan sederhana. “Biaya Rp 500 ribu untuk acara perpisahan di hotel, itu tidak mendidik hidup sederhana,” katanya.

    Dinas Pendidikan mengawasi tempat-tempat acara perpisahan siswa berdasarkan laporan sekolah, termasuk besaran biaya dan pungutan, dari pengaduan warga. Dinas, kata Elih, tidak melarang acara perpisahan dilakukan di luar sekolah karena alasan halaman sempit dan nihil aula atau gedung serba guna.

    Sementara itu, Kepala SMAN 9 Bandung Agus Setya Mulyadi mengatakan, sekolahnya menyewa tempat di Gedung PT Pos untuk perpisahan sekolah Senin lalu. Acaranya berupa penghargaan kepada siswa terbaik dan berkumpul bersama orang tua dengan hiburan musik dan acara makan. “Siswa dan orang tua tidak membayar lagi acara itu karena sudah dianggarkan sekolah,” katanya.

    Keputusan menyewa tempat perpisahan dengan beberapa pertimbangan, seperti area terbuka yang sempit di sekolah, dan ketiadaan ruang aula. Dari segi biaya, menyewa tempat terhitung lebih murah daripada di sekolah. “Sewa tenda, panggung, kursi, itu jatuhnya lebih mahal hitungannya,” ujar Agus.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.