Geng ABG Menodong dan Mengeroyok Korbannya Hingga Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi begal motor. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi begal motor. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Lumajang - Kepolisian Resor Lumajang menangkap dua remaja yang terlibat pengeroyokan yang mengakibatkan seorang korban tewas di Hutan Mahoni, Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. SG, 17 tahun dan GP, 17 tahun terlibat dalam pengeroyokan bersama dengan empat remaja lainnya hingga menewaskan Dewo Syahputro, 24 tahun, warga Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe.

    Kedua remaja itu diamankan di Markas Polres Lumajang, Jumat, 20 Mei 2016. Sedangkan empat remaja lainnya yakni HS, DY, MK, FR hingga Jumat ini masih terus diburu Reserse Polres Lumajang. "Empat pelaku lain masih dilakukan pencarian," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Lumajang, Ajun Komisaris Tinton Yudha Riambodo, Jumat, 20 Mei 2016.

    Dua tersangka ini sudah ditangkap sejak Rabu sore, 18 Mei 2016. Dalam pengeroyokan itu, SG berperan memukul menggunakan tangan kosong di pipi kiri korban, memukul menggunakan batu dan mengenai bagian kepala belakang korban, memukul dengan menggunakan kunci motor Jenis Honda Vario (Milik Saksi Anam) dan mengenai kepala belakang korban. Tersangka ditangkap Rabu malam, 18 Mei 2016 di sebuah rumah kosong di Sumberwuluh.

    Sedangkan GP berperan memukul menggunakan tangan kosong sebanyak dua kali mengenai bagian pundak kanan korban dan menendang mengenai pundak kanan korban. Tersangka ditangkap pada Rabu sore tidak jauh dari tempat kejadian. Sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan pihak kepolisian. Kejadian pengeroyokan ini berawal ketika korban berada di hutan Mahoni bersama teman perempuannya dan didatangi oleh para pelaku. Kemudian korban dimintai uang dan korban memberikan uangnya.

    Karena merasa kurang para pelaku meminta lagi tapi korban tidak memberikannya. Tersinggung, salah satu pelaku memukul korban menggunakan batu di bagian kepala belakang kemudian pelaku lainnya mengeroyok korban sehingga korban meninggal dunia. Mengetahui korbannya sudah terkapar, para pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa batu yang terdapat bekas darah yang dipakai memukul korban, sepeda motor Yamaha Vixion warna kuning, sepeda motor Honda Vario warna Hijau, sepeda motor Honda Mega Pro warna biru, sepeda motor Yamaha Mio serta sepeda motor Honda Supra.

    Tinton mengatakan, para pelaku ini sudah biasa kumpul-kumpul di tempat kejadian untuk minum-minum. Dua remaja yang tertangkap itu pelaku utama yang mengeksekusi korban dengan menggunakan batu. "Korban sempat melawan sehingga ada perkelahian saat itu," kata Tinton.

    Dia juga mengatakan rata-rata pelaku ini masih di bawah umur antara 16 tahun hingga 17 tahun. "Proses peradilan anak," kata Tinton. Namun, Tinton mengatakan saah satu pelaku yakni GP ini dikenal suka membuat onar di kampungnya. "Ada laporan juga terkait GP ini yang prosesnya juga ditangani Polsek Candipuro," kata Tinton. Tersangka dijerat pasal berlapis yakni pasal 338, pasal 170 dan pasal 351 (3) KUHP.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.