Deddy Mizwar Janji Benahi Perbatasan Bogor-Bekasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Titik jalan rusak di Kota Bekasi, dipasang rambu portabel untuk mengantisipasi kecelakaan tunggal, 22 Februari 2015. Di Kota Bekasi terdapat 400 titik jalan rusak. Tempo/Adi Warsono

    Titik jalan rusak di Kota Bekasi, dipasang rambu portabel untuk mengantisipasi kecelakaan tunggal, 22 Februari 2015. Di Kota Bekasi terdapat 400 titik jalan rusak. Tempo/Adi Warsono

    TEMPO.CO, Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membenahi wilayah perbatasan Kabupaten Bogor dengan Kota Bekasi. Hal ini dilakukan karena 10 ribu warga di perbatasan Bogor menuntut pindah wilayah administrasi ke Kota Bekasi.

    Wilayah perbatasan itu adalah perumahan Villa Nusa Indah II, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. “Kalau perlu, kami ambil alih (pembenahan wilayah) perbatasannya,” ucapnya di Bandung, Jumat, 20 Mei 2016.

    Deddy berujar, menuntut mutasi wilayah bakal memakan waktu lama. “Administrasinya lama banget, ke Kementerian Dalam Negeri. Apa sih persoalannya? Kalau persoalan jalan, orang Ciletuh (Sukabumi) kami kucurkan dana ratusan miliar rupiah. Apalagi ini di perbatasan Kota Bekasi dengan Kabupaten Bogor,” tuturnya.

    Menurut Deddy, daerah perbatasan itu memang sudah lama tidak di urus Pemerintah Kabupaten Bogor. Hal ini berbeda dengan daerah yang berada di Bekasi. “Yang di Bekasi bagus, yang di Bojongkulur hancur," katanya.

    Deddy mengaku belum tahu alasan warga Villa Nusa Indah II meminta pindah wilayah administrasi. Jika persoalannya banjir akibat tanggul jebol, dia akan meminta Kementerian Pekerjaan Umum membenahi.

    Jika masalahnya jalan, Pemprov Jawa Barat bakal membantu memperbaiki. “Kalau memang Kabupaten Bogor tak ada duitnya, minta bantuan keuangan,” ucapnya. Soal itu, warga perumahan tersebut diminta berdialog dengan wakil rakyat di Kabupaten Bogor.

    Sebelumnya, ribuan warga perumahan Villa Nusa Indah II menuntut pindah wilayah administrasi masuk ke wilayah Kota Bekasi. "Setiap musim hujan, kami kebanjiran, tapi Pemerintah Kabupaten Bogor tidak peduli," ujar koordinator Warga Villa Nusa Indah II, Trihernantyo, kepada Tempo, Selasa, 18 Mei 2016.

    Untuk menunjukkan keseriusannya, menurut dia, panitia akan mendeklarasikan perpindahan enam rukun warga Villa Nusa Indah II dengan jumlah penduduk 10 ribu jiwa menjadi warga Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, pada Ahad, 22 Mei mendatang. "Dideklarasikan dalam acara car-free day yang biasa digelar warga perumahan," tuturnya.

    Dalam apel akbar itu, warga akan mengundang Kepala Desa Bojongkulur. "Warga akan memberikan tanda tangan petisi tuntutan pindah ke Kota Bekasi kepada Kades," katanya.

    Villa Nusa Indah II diapit Kali Cikeas dan Kali Cileungsi yang menyatu menjadi Kali Bekasi. Meski ada di wilayah Bogor, wilayah perumahan itu menempel dengan Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. "Sehingga hampir semua aspek infrastruktur dan sosial difasilitasi Kota Bekasi," ucapnya.

    Trihernantyo mencontohkan, saat banjir bandang awal April lalu, ribuan rumah warga Villa Nusa Indah II terendam air sampai 3 meter. Bantuan datang dari warga Kota Bekasi pada hari itu juga. "Sedangkan bantuan dari Kabupaten Bogor baru datang setelah 12 hari kejadian," ujarnya.

    Infrastruktur jalan di wilayah mereka juga tidak diperhatikan, sehingga akses menuju Villa Nusa Indah II dan Desa Bojongkulur rusak parah. Mereka bahkan merasa terisolasi di Kabupaten Bogor. "Kami terpaksa bergotong-royong sendiri memperbaiki jalan," tuturnya.

    AHMAD FIKRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.