Polisi Mulai Kenali Sepeda Motor Pengeroyok Anggota DPRD Lumajang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. (Unay Sunardi)

    Ilustrasi. (Unay Sunardi)

    TEMPO.CO, Lumajang - Kepolisian Resor Lumajang mulai menemukan titik terang untuk mengungkap penyerbuan oleh gerombolan pengemudi bersepeda motor di kedai kopi di Jagalan, Jalan Sutoyo, Kelurahan Rogotrunan, Lumajang. "Kami sudah menjenguk korban anggota Dewan (Saefudin) dan mengurai simpul-simpulnya," kata Wakil Kepala Kepolisian Resor Lumajang Komisaris Bambang Setyawan, Jumat, 20 Mei 2016.

    Sepeda motor pelaku sudah mulai dikenali dan tinggal meminta Unit Registrasi dan Identifikasi Satuan Lalu Lintas Polres Lumajang mengecek pemiliknya. Sebanyak delapan saksi diperiksa. Bambang menduga pelakunya bukan orang yang biasa berbuat kriminal atau bermodus balas dendam. "Hanya kesalahpahaman di jalan."

    Bambang memastikan tidak ada motif politik. Namun Bambang mengakui, penyelidikan belum mengarah pada motif itu. “Anggota Dewan hanya menengok, menegur saja tidak. Tapi langsung diikuti dari belakang," ucapnya.

    Gerombolan itu mengamuk dan menyerang pengunjung sebuah kedai kopi di Jagalan pada Kamis dinihari, 19 Mei 2016. Satu orang tewas dan empat lain mengalami luka-luka dalam serangan itu.

    Korban tewas bernama Dhori, 50 tahun, penjual kopi yang juga warga kelurahan setempat. Sedangkan yang mengalami luka-luka di antaranya Asan, Kirno, dan Saefudin.

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Lumajang Agus Wicaksono menuturkan sudah menjenguk korban luka, termasuk Saefudin yang termasuk anggota DPRD. "Kami juga didampingi Wakil Kepala Polres Lumajang," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut, Jumat, 20 Mei 2016.

    Menurut Agus, semua anggota gerombolan yang menyerbu itu membawa celurit. “Ada yang tersinggung,” katanya. Ia menduga pelakunya dalam kondisi tidak normal akibat mengkonsumsi obat terlarang sehingga melakukan tindakan tak terkontrol.

    Agus meminta polisi segera mengungkap kasus ini. "Kejadian seperti ini bukan hanya kali ini saja. Ini sering terjadi," ucapnya. Meski Operasi Patuh sering digelar, polisi masih saja kecolongan. Ia mendesak Operasi Patuh dimaksimalkan.

    DAVID PRIYASIDHARTA

    Baca juga:
    Karyawati Diperkosa & Dibunuh dengan  Cangkul: Inilah  3 Setan Pemicunya
    Kasus Kopi Maut: Gawat, Ini Alasan Jessica Bisa Lepas!



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.