Polri Percayakan Presiden Soal Jabatan Jenderal Badrodin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kanan) memberikan selamat kepada Kapolri Jenderal Badrodin Haiti usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, 17 April 2015. Sebelumnya Komjen Budi Gunawan sempat diajukan namanya sebagai calon Kapolri. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Presiden Jokowi (kanan) memberikan selamat kepada Kapolri Jenderal Badrodin Haiti usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, 17 April 2015. Sebelumnya Komjen Budi Gunawan sempat diajukan namanya sebagai calon Kapolri. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti akan memasuki masa pensiun pada Juli mendatang. Namun banyak kabar beredar bahwa Badrodin akan diperpanjang masa jabatannya.

    Terkait dengan wacana perpanjangan itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigadir Jenderal Agus Rianto menyatakan, pihak Polri menyerahkan keputusannya kepada Presiden Jokowi sebagai pemegang hak prerogatif penentu.

    "Soal itu merupakan hak prerogatif presiden. Bagaimanapun keputusan beliau, Polri akan melaksanakan itu," ujar Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 20 Mei 2016.

    Disinggung soal regenerasi dalam keputusan perpanjangan masa jabatan ini, Agus menanggapinya dengan santai. Menurut dia, tugas Polri ialah menjalankan tugas dari pemimpin, dalam hal ini presiden. "Tentunya kami berharap apa pun yang menjadi keputusan Bapak Presiden, kami dari internal kepolisian akan melaksanakan itu," katanya.

    Hingga saat ini, Dewan Jabatan dan Kepangkatan Polri mengaku belum menggodok nama-nama pengganti pemimpin tertinggi Polri ini. Namun, mantan komisioner Kompolnas M. Nasser mengatakan, ada tujuh nama perwira bintang tiga yang layak menggantikan Badrodin.

    Nama-nama tersebut adalah Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan, Inspektur Pengawas Umum Komisaris Jenderal Dwi Priyatno, Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Komisaris Jenderal Putut Eko Bayuseno, Kepala Lembaga Pendidikan Polri Komjen Syafruddin, Sekretaris Utama Lembaga Pertahanan Nasional Komisaris Jenderal Suhardi Alius, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Budi Waseso, dan Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Anang Iskandar.

    Nasser menjelaskan, ketujuh nama yang masuk ke bursa Kepala Polri itu berdasarkan pertimbangan pengalaman di kepolisian serta prestasi selama di kepolisian. Nasser mengaku Kompolnas memilih para calon dengan pengalaman baik sebagai pengganti Badrodin. "Mereka ini rata-rata angkatan kepolisian tahun 1982, 1983, dan 1984. Kami memilih yang punya pengalaman yang baik," ujarnya.

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.