Kalla: Senjata Bocah di Video ISIS Bisa Saja Replika  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) berdiskusi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada acara Peresmian Penutupan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2016 di Istana Negara, Jakarta, 11 Mei 2016. Musrenbangnas bertujuan memacu pembangunan infrastruktur dan ekonomi untuk meningkatkan kesempatan kerja serta mengurangi kemiskinan dan kesenjangan antarwilayah. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo (kiri) berdiskusi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada acara Peresmian Penutupan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2016 di Istana Negara, Jakarta, 11 Mei 2016. Musrenbangnas bertujuan memacu pembangunan infrastruktur dan ekonomi untuk meningkatkan kesempatan kerja serta mengurangi kemiskinan dan kesenjangan antarwilayah. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Video bocah-bocah berlatih perang menggunakan senjata laras panjang maupun laras pendek muncul di situs berbagi video YouTube. Bocah-bocah itu diduga berasal dari Indonesia karena mereka terlihat membakar paspor Indonesia. Dalam video itu, anak-anak itu mendukung ISIS.

    Wakil Presiden Jusuf Kalla tak yakin mereka adalah anak Indonesia yang dikirim ke Timur Tengah. "Saya tak yakin anak-anak kecil dikirim ke Timur Tengah itu. Enggak yakin," kata Kalla, Jumat, 20 Mei 2016, di Istana Wakil Presiden, Jakarta.

    Kalla mengaku belum melihat video tersebut. Tapi, Kalla mengatakan, video seperti itu bisa dibuat di mana saja dan tak bisa memberikan indikasi bahwa yang ada di dalam video itu adalah anak-anak Indonesia. Kalla mencurigai video dibuat untuk tujuan propaganda. "Bisa saja dia buat untuk menjadi show aja," kata Kalla.

    Menurut Kalla, pembuat video bisa saja mengumpulkan anak-anak dan memberikan senjata atau replika mainan. Dan hal itu mudah saja dilakukan. "Itu hanya propaganda. Saya tidak yakin anak-anak kita seperti itu," ujar Kalla.

    Dua video berdurasi 2 menit 40 detik dan 10 menit beredar di media berbagi video YouTube. Sekitar 20 anak disebut berasal dari Indonesia. Mereka berlatih perang dan membakar paspor Indonesia berwarna hijau. Telihat pula seorang pria yang berbicara dengan bahasa Indonesia, berdiri mendampingi sekelompok anak yang tengah membakar paspornya.

    Sebelumnya, Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan menyatakan masih memeriksa video propaganda ISIS yang melibatkan anak-anak. (Baca: Bocah Bakar Paspor dan Masuk ISIS, Luhut: Masih Didalami)

    Adapun unit cyber crime Markas Besar Polri sedang mencermati dan mengusut siapa dalang di balik pembuatan dan penyebaran video yang diduga kuat dibuat di Suriah tersebut. Tim Polri juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.