Inovasi Imigrasi, Bikin Paspor Kini Dimulai Sejak Jam 6 Pagi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkumham Yasona Laoly usai memberikan pengarahan kepada para Kepala Kantor Wilayah  Imigrasi seluruh Indonesia melalui Teleconference pada Senin, 2 Mei 2016 di Kantor Ditjen Imigrasi . Dalam pengarahannya, Yassona meminta agar proses pembuatan dan perpanjangan paspor dapat dipercepat terlebih untuk para TKI yang berada di luar negeri. Tempo/Lucky Ikhtiar Ramadhan

    Menkumham Yasona Laoly usai memberikan pengarahan kepada para Kepala Kantor Wilayah Imigrasi seluruh Indonesia melalui Teleconference pada Senin, 2 Mei 2016 di Kantor Ditjen Imigrasi . Dalam pengarahannya, Yassona meminta agar proses pembuatan dan perpanjangan paspor dapat dipercepat terlebih untuk para TKI yang berada di luar negeri. Tempo/Lucky Ikhtiar Ramadhan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM meluncurkan inovasi layanan paspor terbaru untuk mempercepat dan mempermudah pembuatan paspor. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly meminta semua jajaran dan kepala kantor wilayah memacu semua UPT melakukan terobosan kreatif dan inovasi publik.

    "Pelayanan Imigrasi sudah bagus. Hanya speed-nya yang kurang," ujar Yasonna Laoly dalam acara peluncuran Inovasi Pelayanan Paspor di Kantor Imigrasi Kemenkumham, Jakarta Selatan, Jumat, 20 Mei 2016.

    Inovasi pertama adalah pelayanan Early Morning, yaitu pemohon bisa membuat paspor sejak pukul 06.00 pagi. Ide ini tercetus setelah melihat penuhnya antrean pemohon di kantor Imigrasi Jakarta Selatan sejak pukul 06.00 pagi untuk dilayani pukul 08.00 pagi.

    "Kami bisa buka layanan pukul 06.00 supaya nanti jam 08.00 dia bisa ke kantor, karena kebanyakan dari pemohon adalah pegawai swasta yang kerja pukul 08.00-09.00. Setelah mengurus paspor, mereka bisa berangkat kerja karena masih pagi dan ide ini bagus karena biasanya pagi itu produktivitas kita masih energik," ujar Yasonna.

    Kantor Wilayah Imigrasi Jakarta Selatan akan menerapkan pelayanan Early Morning untuk pertama kalinya itu pada Selasa dan Jumat. Yasonna mengatakan untuk selanjutnya akan dibagi juga hari-hari tertentu di beberapa wilayah.

    Imigrasi juga meluncurkan jaminan layanan Real Time Assurance atau jaminan waktu pelayanan paspor. Pemohon paspor mendapat jaminan pelayanan bahwa terhitung mulai pelayanan pendaftaran di booth (data entry, sidik jari, foto, wawancara) hingga selesai hanya dengan waktu tiga jam saja.

    Mesin antrean akan aktif pada pukul 07.30-10.00 pagi. Di atas jam tersebut, pemohon tidak bisa mengambil paspor dan yang sudah mempunyai nomor antrean akan mendapat keterangan jam berapa dia akan dilayani. Dari sini bisa diukur pemohon maksimal 3 jam berada di kantor Imigrasi.

    "Harus diketahui, 3 jam bukanlah bikin paspor selesai, namun dari mereka ambil nomor antrean langsung bisa tahu bahwa maksimal 3 jam berikutnya dia baru dilayani. Jadi, pemohon bisa ngopi-ngopi dulu," ujar Yasonna.

    Bekerja sama dengan PT Pos Indonesia, Ditjen Imigrasi juga mengeluarkan pelayanan delivery paspor. Pemohon yang paspornya sudah jadi akan mendapatkan SMS pemberitahuan dan paspor bisa dikirim secara gratis sesuai dengan alamat pemohon.

    "Kalau mau ngurus paspor, kasih nomor dan alamat yang benar sehingga menghilangkan kepenatan kita untuk datang kembali dan ini gratis," ujar Yasonna.

    Inovasi selanjutnya adalah barcode. Pemohon yang mengambil paspor di Kantor Imigrasi bisa mengetahui nomor antrean dan informasi paspornya lewat kode barcode surat bukti pembayaran.

    Pengambilan paspor juga bisa dilakukan secara drive thru. Setelah memindai barcode, input nomor permohonan pada alat yang tersedia dan menyerahkan identitas, maka paspor akan disiapkan petugas. Pemohon bisa langsung mengambilnya lewat layanan drive thru. "Dengan drive thru orang enggak perlu antre di ruangan, tinggal ambil saja di tempatnya," ujarnya.

    ARIEF HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.