Bripka Seladi Pilih Pungut Sampah Ketimbang Hidup dari Pungli

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bripka Seladi. facebook.com

    Bripka Seladi. facebook.com

    TEMPO.CO, Malang - Anggota Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Malang, Brigadir Kepala (Bripka) Seladi, rela menyingkirkan gengsinya untuk biasa membiayai kebutuhan hidup. Sejak 2006, dia menjadi pemulung sampah seperti plastik, kertas, dan botol minuman.

    "Awalnya mengumpulkan di sekitar markas Polresta. Sayang kertas bekas dibuang," katanya, Kamis 19 Mei 2016. Dari hasil itu, dia bisa mengantongi uang sekitar Rp 25 ribu.

    Bripka Seladi melakukan pekerjaan itu setelah dia selesai dinas mengatur lalu luntas atau tes di unit Surat Izin Mengemudi (SIM). Saban hari, Bripka Seladi pulang-pergi dari rumahnya di Gang 6 Nomo 44 Keluarahan Gadang, Kota Malang, ke tempat bekerja menggunakan sepeda angin yang dia pakai sejak 1977.

    Usaha sebagai pengepul itu mulai meningkat. Dua tahun lalu, seorang teman yang juga menjadi pengepul barang bekas, memberikan gudang penyimpanan kepada Seladi. Gudang itu berjarak hanya sepelemparan baru dari unit SIM di Jalan Wahidin Kota Malang. Pekerjaan itu dibantu oleh sejumlah pekerja dan anak keduanya, Rizal Dimas Wicaksono, 22 tahun.

    Sekarang, pendapatan Seladi dari hasil mengepul barang bekas itu menjadi Rp 75 ribu setiap hari. Sampah yang dikumpulkan tak hanya dari kantornya saja, tapi juga dari kereta sepanjang perjalanan kereta jarak jauh Jakarta-Malang, Bandung-Malang, dan Yogyakarta-Malang.

    Seladi mengaku memilih pekerjaan tersebut karena halal. "Buat apa malu, yang penting halal," katanya. Bripka Seladi memang dikenal jujur dan kerap menolak pemberian dari warga yang ingin lolos mengikuti ujian SIM. "Saya tolak dengan halus. Kalau memaksa ya saya salurkan ke masjid atau anak yatim.”

    Pada 2017, bapak tiga anak ini akan memasuki masa pensiun. Dia mengaku masih punya tanggungan utang ke koperasi di Polres Malang Kota. "Setelah pensiun saya masih harus mengangsurnya," ujar Seladi.

    Rizal mengaku bangga dengan ayahnya. Dia mempunyai cita-cita untuk menjadi seorang polisi. Namun, dua kali ikut tes masuk calon Bintara Polri, Rizal selalu gagal. Rencananya dia akan mengikuti tes masuk calon Tamtama Polri. "Semoga bisa diterima, saya akan mengikuti jejak Ayah," katanya.

    EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.