Bhiku Budha Tibet Kritik Pengunjung Tak Paham Borobudur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kegiatan Earth Hour di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. TEMPO/Budi Purwanto

    Kegiatan Earth Hour di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Magelang - Bikhu Buddha Tibet asal Nepal, Geshe Tenzin Zopa punya kesan tentang sejumlah wisatawan yang datang ke Candi Borobudur. Ketika bertemu dengan pengunjung, Geshe Tenzin melihat banyak wisatawan yang foto-foto selfie.

    Ia lalu bertanya kepada sejumlah pengunjung tentang Borobudur. Apa yang anda ketahui tentang Borobudur, tanya Geshe kepada pengunjung. "Mereka hanya menjawab Borobudur itu indah. Tidak menjelaskan Borobudur indahnya seperti apa," kata Geshe.

    Ia mengatakan hal itu ketika berbicara pada Borobudur International Buddhist Conference di Concourse Taman Wisata Candi Borobudur, Kamis 19 Mei 2016. Menurut Geshe Tenzin, indah saja tak cukup menggambarkan Borobudur.

    Sebab candi terbesar di dunia ini mengajarkan nilai-nilai spiritual pencerahan. Borobudur juga menggambarkan penghormatan terhadap nilai-nilai kemajemukan. Orang yang datang ke sana misalnya berasal dari banyak penganut agama.

    ADVERTISEMENT

    Untuk masyarakat umum, mereka minimal menjumpai ketenteraman dan kedamaian. Esensi datang ke tempat suci bukan hanya berwisata, melainkan berkurangnya emosi negatif dalam diri manusia menjadi bahagia.

    SHINTA MAHARANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.