Golkar Jawa Barat Targetkan Menang dalam Pilkada Serentak 2017  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta, Jawa Barat. TEMPO/Nanang Sutisna

    Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta, Jawa Barat. TEMPO/Nanang Sutisna

    TEMPO.CO, Purwakarta - Partai Golongan Karya Jawa Barat menargetkan kemenangan dalam pemilihan kepala daerah serentak di Kota Cimahi, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Bekasi yang akan digelar 15 Februari 2017. "Insya Allah, kami akan menang di tiga daerah itu," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi kepada Tempo, Kamis pagi, 19 Mei 2016.

    Menurut Dedi, Golkar akan mempersiapkan kader terbaik agar bisa memenangi pilkada serentak. “Calon yang akan diusung Golkar harus memenuhi sejumlah persyaratan, seperti cakap, trengginas, dan tidak tercela,” ujarnya.

    Dedi menjelaskan, untuk memperoleh calon yang sesuai dengan persyaratan tersebut, setiap bakal calon harus mengikuti seleksi internal partai lebih dulu. "Semua bakal calon harus bisa diterima di internal dan eksternal partai," ucapnya.

    Dedi belum bisa menjelaskan siapa saja kader yang bakal diusung untuk menjadi kepala daerah di Kota Cimahi, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Bekasi. Namun, melalui mekanisme seleksi internal, kader yang layak dijagokan akan terlihat.

    Dedi menuturkan kader yang diunggulkan adalah kader yang sungguh-sungguh akan menjalankan visi-misinya yang jelas dan rasional. Kader itu juga harus jelas rekam jejaknya, terutama yang berkaitan dengan etika dan moral. "Yang akan dijadikan calon kepala daerah tidak pernah melakukan tindakan tercela dan membuat kacau organisasi,” katanya.

    Selain dilakukan seleksi internal, akan dilakukan survei terhadap setiap kader yang bakal diusung. Survei harus dilakukan secara obyektif, bukan atas pesanan pihak-pihak tertentu. “Ini penting untuk dibangun menjadi tradisi," ujar Dedi.

    Dedi juga mengingatkan, tidak boleh seseorang dicalonkan hanya atas dasar kedekatan dengan elite partai. Itu sebabnya, mekanisme seleksi internal serta survei harus dilakukan. "Siapa pun kader yang leading dalam survei, dialah yang akan kami dukung."

    NANANG SUTISNA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.