Bupati Minta Warnet di Lamongan Pasang CCTV  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pemantauan jalan raya dengan Closed Circuit Television (CCTV). ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Ilustrasi pemantauan jalan raya dengan Closed Circuit Television (CCTV). ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, meminta pengelola warung Internet (warnet) memasang kamera pengintai atau CCTV. Tujuannya untuk menekan angka kasus asusila dengan sasaran perempuan bawah umur di Kabupaten Lamongan.

    ”Saya minta warnet dipasangi CCTV,” kata Bupati Lamongan Fadeli saat membuka lomba Ranking Satu Bidang Informasi dan Teknologi di Lamongan, Rabu, 18 Mei 2016. Alasannya, perilaku kekerasan seksual terhadap perempuan sering terjadi akibat si pelaku kerap melihat tayangan pornografi.

    Baca juga:
    Karyawati Diperkosa & Dibunuh: 31 Adegan, Pelaku Sempat Bercumbu
    Karyawati Diperkosa & Ditusuk Gagang Cangkul: Inilah 3 Setan Pemicunya

    Aparatur pemerintah diminta tidak hanya sekadar merazia dan mengawasi satu-dua kali di warnet. Namun, mengawasi secara rutin dan dalam jangka waktu lama agar pengelola warnet memasang CCTV. Sehingga aktivitas pengunjung warnet, terutama yang masih di bawah umur, bisa dipantau.

    Fadeli menyebutkan, berbagai perangkat teknologi informasi telah memberikan kemudahan dan kecepatan bagi kegiatan manusia. Contohnya, di pemerintah Lamongan, penggunaan teknologi informasi sangat membantu surat-menyurat tanpa penggunaan kertas, sehingga mempercepat pelayanan administrasi. Sebaliknya anak-anak usia sekolah juga mudah mengakses kebutuhan informasi untuk kegiatan sekolahnya. “Jadi tolong, ini harus ada pengawasan,“ ujarnya.

    Namun, kata Bupati, teknologi informasi juga membawa efek negatif. Karena anak-anak mudah mengakses berbagai informasi, termasuk konten pornografi. Apalagi, saat ini hampir setiap anak memiliki telepon seluler dengan akses Internet. Dia minta sekolah dan orang tua melek teknologi agar bisa mengawasi anak-anaknya yang menggunakan ponsel. ”Tentu peran guru dan wali murid penting,” katanya.

    Humas Lamongan mencatat jumlah warnet di Lamongan kini berkurang banyak. Meski demikian, rata-rata setiap kecamatan mempunyai warnet, yaitu antara dua hingga lima lokasi. ”Jumlahnya berkurang,” ujar juru bicara pemerintah Lamongan, Sugeng Widodo, kepada Tempo, Rabu, 18 Mei 2016. Peran orang tua ikut mengawasi anak-anak mengingat mereka juga punya telepon seluler dan mudah mengakses gambar-gambar terlarang.

    SUJATMIKO

    Baca juga:
    Karyawati Diperkosa & Ditusuk Gagang Cangkul: Inilah 3 Setan Pemicunya
    Karyawati Diperkosa & Dibunuh: 31 Adegan, Pelaku Sempat Bercumbu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?