16 Jenazah Korban Banjir Sibolangit Sudah Bisa Diidentifikasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. TEMPO/Ifa Nahdi

    Ilustrasi banjir. TEMPO/Ifa Nahdi

    TEMPO.COMedan - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Sumatera Utara sudah bisa mengidentifikasi 16 jenazah korban banjir bandang di Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, yang terjadi pada Ahad, 15 Mei 2016.

    Ke-16 jenazah itu merupakan bagian dari 21 korban yang hilang terseret banjir bandang tersebut. Setelah ditemukan, 16 jenazah itu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Medan guna diidentifikasi.

    Kepala RS Bhayangkara Tingkat II Medan Komisaris Besar Farid Amansyah menjelaskan, proses identifikasi terhadap 16 jenazah tersebut bisa cepat selesai. Faktor pendukung membantu tim DVI menjalankan tugasnya, seperti sidik jari, gigi, dan tanda medis lain dari korban. "Seluruh jenazah korban diserahkan kepada keluarga hari ini juga," ucapnya kepada Tempo, Rabu, 18 Mei 2016.

    Menurut Farid, posko ante mortem untuk sementara diistirahatkan. Namun posko postmortem tetap disiagakan karena masih ada lima korban yang belum ditemukan. “Keluarga para korban melaporkan kehilangan anggota keluarga di posko postmortem," ujarnya.

    Korban yang belum ditemukan adalah Mirzano, Triarmado Gurusinga, Gunawan, Eka Nurul, dan Dora Santi. "Kami bersiap-siap jika ditemukan lagi lima jenazah korban itu,” tutur Farid.

    Ke-16 jenazah yang sudah diidentifikasi itu adalah:

    1. M. Riyanto Pandi (pemandu wisata)
    2. Rafki
    3. M. Gusti Dwi Prasetyo
    4. Muhammad Iqbal
    5. Rizki Ayu Zahra Nasution
    6. Dwi Hastuti Ningsih
    7. Melinda Gunung
    8. Ade Riana Sihombing
    9. Gustinaris Diah Pratiwi
    10. Wazzah Hajirah
    11. Muchlis Alaudin
    12. Zulhamdi Sakti Wibiksana
    13. Ahmad Al Hakim
    14. Sutu Nuraida
    15. Ningsih Trivila
    16. Rizki Juliani

    SAHAT SIMATUPANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.