Panglima TNI: Spesifikasi Sukhoi Rusia Sesuai Kebutuhan TNI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Biro rancang Sukhoi menerbangkan pesawat SU-35 pertama kali, pada tahun 2007. Rencana pembelian pesawat pengganti F5 Tiger TNI AU, membuat para petinggi TNI AU harus berpikir matang sebelum menentukan alutista terbaik untuk menjaga langit Indonesia. Terlebih efek deterens dari pesawat SU-35, lebih tinggi dibanding kandidat lain. Sukhoi.com

    Biro rancang Sukhoi menerbangkan pesawat SU-35 pertama kali, pada tahun 2007. Rencana pembelian pesawat pengganti F5 Tiger TNI AU, membuat para petinggi TNI AU harus berpikir matang sebelum menentukan alutista terbaik untuk menjaga langit Indonesia. Terlebih efek deterens dari pesawat SU-35, lebih tinggi dibanding kandidat lain. Sukhoi.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengakui pembelian pesawat tempur buatan Rusia, Sukhoi SU-35, didasari rekomendasi simposium dan rapat internal seluruh matra TNI. TNI mendukung rekomendasi yang disampaikan ke Kementerian Pertahanan mengenai spesifikasi pesawat tempur yang dianggap cocok dengan program poros maritim dunia pemerintah.  

    "Untuk dipahami ya, TNI itu tak membeli (alutsista)," kata Gatot di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu, 18 Mei 2016. "TNI hanya mendukung diskusi soal spesifikasi (barang) yang akan dibeli dan digunakan, baru disampaikan ke Kementerian Pertahanan. Soal pembelian di Kementerian Pertahanan."

    Gatot tak menyebutkan kapan simposium dan rapat tersebut berlangsung. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, awal Mei 2016, mengatakan Presiden Joko Widodo mengunjungi Rusia pada 19-20 Mei 2016 untuk menyaksikan kesepakatan pembelian pesawat tempur Sukhoi SU-35. Di sana, presiden juga menghadiri Russia-ASEAN Summit di Sochi, yang membahas kerja sama regional ASEAN dengan Rusia.

    Ryamizard mengatakan negara akan membeli delapan unit generasi 4,5 Sukhoi, SU-35. Indonesia sejauh ini memiliki 24 unit Sukhoi 27/30 dari Rusia. Gatot Nurmantyo tak banyak berkomentar mengenai rencana pembelian pesawat dari Rusia tipe terbaru itu.

    Gatot mengakui dari rekomendasi simposium dan rapat militer Indonesia itu, diputuskan Sukhoi sebagai piranti militer yang terbaik untuk tujuan pemerintah tersebut. Pemerintah dan TNI berharap keberadaan pesawat tempur Sukhoi SU-35 nantinya bisa meningkatkan kapasitas pengawasan, terutama laut dan perbatasan. "Maka diputuskan yang terbaik saat ini adalah Sukhoi 35," kata Gatot. "Kalo kita punya itu, dipastikan (pertahanan) kita menjadi yang terbaik."

    Peralatan-peralatan militer itu nantinya akan menunjang pengawasan wilayah Indonesia. "Semua relung laut, batas wilayah, semua harus diawasi. Kalau ada ancaman, kami bisa segera atasi, makanya diperlukan alutsista terkini dan tercanggih."

    Pembelian Sukhoi, kata Gatot, lebih diutamakan dibandingkan jenis pesawat lain yang multifungsi.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.