Rektorat Hentikan Kajian Karl Marx di Kampus ISBI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Serikat buruh Soviet berunjuk rasa di bawah poster raksasa tokoh komunis Karl Marx, Engels dan Vladimir Lenin di Moskow Red Square, Rusia, 1 Mei 1990. Pada 8 Desember 1991, Presiden RSFS Rusia, RSS Ukraina, dan RSS Byelorusia menandatangani Perjanjian Belavezha yang menandakan pembubaran kesatuan, digantikan Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS). (Vitaly ARMAND/Getty Images)

    Serikat buruh Soviet berunjuk rasa di bawah poster raksasa tokoh komunis Karl Marx, Engels dan Vladimir Lenin di Moskow Red Square, Rusia, 1 Mei 1990. Pada 8 Desember 1991, Presiden RSFS Rusia, RSS Ukraina, dan RSS Byelorusia menandatangani Perjanjian Belavezha yang menandakan pembubaran kesatuan, digantikan Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS). (Vitaly ARMAND/Getty Images)

    TEMPO.CO, Bandung - Rektorat Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung menyetop kegiatan kelas Sekolah Pemikiran Karl Marx yang diselenggarakan Lembaga Pers Mahasiswa Daun Jati. Alasan dihentikannya kelas yang tinggal menyisakan satu pertemuan lagi itu lantaran pihak kampus tidak menginginkan timbulnya dampak negatif bila kegiatan tetap dilanjutkan.

    Sebelumnya, kegiatan tersebut sempat didemonstrasi sekelompok anggota organisasi masyarakat antikomunisme. Mereka menggeruduk kampus ISBI dan menuduh pihak penyelenggara menyebarkan paham komunisme.

    Ketua LPM Daun Jati Mohamad Chandra Irfan mengatakan sedianya pertemuan terakhir sekolah pemikiran Karl Marx dilanjutkan, Rabu, 18 Mei 2016. Namun, dikarenakan pihak kampus tidak memberi izin, Daun Jati terpaksa membatalkan kegiatan.

    "Kami telah bersepakat dengan kampus untuk membatalkan kelas terakhir ini. Karena apabila dilanjutkan tidak akan kondusif," ujar Chandra saat ditemui di kampusnya, Rabu siang.

    Menurut Chandra, pihak kampus beralasan tidak ingin menjadi arena pertarungan wacana antara pihak yang pro dan kontra setelah kasus penggerudukan oleh anggota ormas beberapa waktu lalu. "Intinya kampus ingin menjaga netralitas," ujarnya.

    Sebagai gantinya, Chandra mengatakan, pihak kampus telah sepakat untuk melanjutkan sisa materi sekolah pemikiran Karl Marx dengan diintegrasikan pada mata kuliah di kelas formal. "Kita tetap melawan kesewenang-wenangan ormas yang telah mencederai ruang akademis," katanya.

    BacaRibut PKI, Presiden Sukarno: Pancasila Itu Kiri!

    Rabu pagi, ratusan mahasiswa ISBI menggelar aksi simpatik di gedung Patanjala menyikapi penggerudukkan ormas tersebut. Mereka menyayangkan ruang akademis telah diintervensi pihak-pihak yang tak berkepentingan. Pantauan Tempo, sejumlah polisi berjaga-jaga di luar kampus ISBI di Jalan Buah Batu, Kota Bandung.

    Sekolah Pemikiran Karl Marx merupakan salah satu program kegiatan LPM Daun Jati yang sudah digelar sejak Maret 2016. Isinya mengkaji ilmu kesenian menggunakan perspektif pemikiran filsuf terbesar di abad ke-19 itu. Pengisi kuliah pemikiran Marx ialah para akademikus  ISBI dan Universitas Padjadjaran, ditambah beberapa aktivis dan seniman.

    Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ISBI Benny Yohanes menuturkan kampusnya tidak ingin terseret dalam gerakan-gerakan politis. "Kami ingin kegiatan akademis di kampus ini berjalan secara proposional. Bukan dikarenakan ada desakan dari gerakan politik tertentu," ujarnya.

    Dia sepakat mengganti sisa pertemuan Sekolah Pemikiran Marx itu dengan cara mengelaborasi bersama mata kuliah estetika seni teater. "Kita tidak menafsirkan pemikiran Marx dalam bentuk aktivitas politik. Tapi, untuk perspektif pemikiran seni," ujarnya.

    IQBAL T. LAZUARDI S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.