Jokowi Penggemar Kuliner dan Musik Korea

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Korsel, Park Geun-hye (kanan) menyambut Presiden RI, Jokowi pada pertemuan bilateral dalam rangkaian KTT ASEAN-Korea di Busan, Korsel, 11 Desember 2014.  AP/Ahn Young-joon, Pool

    Presiden Korsel, Park Geun-hye (kanan) menyambut Presiden RI, Jokowi pada pertemuan bilateral dalam rangkaian KTT ASEAN-Korea di Busan, Korsel, 11 Desember 2014. AP/Ahn Young-joon, Pool

    TEMPO.COSuwon - Presiden Joko Widodo dalam sebuah acara di kampus Universitas Ajou, Suwon, Korea Selatan, mengaku sebagai fan produk Korea, Selasa, 17 Mei 2016. Jokowi mengatakan ia dan anak perempuannya adalah penggemar produk Korea, baik kuliner, gadget, maupun musiknya.

    Presiden Joko Widodo mengunjungi kampus itu untuk menerima penghargaan dari Asia Journalist Association (AJA Award 2016) dari Presiden AJA Ivan Lim Sin Chin.

    Dalam acara diskusi tersebut, beberapa mahasiswa memberikan pertanyaan kepada Jokowi. Salah satunya menanyakan pesan Presiden kepada pemuda.

    "Kalau mau pintar, waktu libur jangan hanya digunakan untuk bermain gadget. Tapi tambah pengalaman, seperti belajar animasi, belajar fashion," kata Jokowi saat memberi pesan kepada mahasiswa-mahasiswi di Korea Selatan.

    Selain itu, Presiden mengatakan, inovasi bisnis perlu dibarengi dengan inovasi sosial dan pola pikir pemerintah untuk mendapatkan keseimbangan kehidupan.

    Dia menambahkan, diperlukan inovasi untuk membuat pemenang dari inovasi jadi lebih peduli terhadap pihak yang kalah.

    Presiden juga memaparkan bahwa Indonesia semakin giat melaksanakan kerja sama ekonomi terbuka dengan negara sahabat.

    Serangan teroris yang terjadi pada 2015 di Jalan Thamrin, Jakarta juga disinggung Jokowi dengan mengatakan Indonesia merupakan negara yang kuat sehingga tidak terprovokasi.

    Hal itu, ujar Presiden, terbukti dari cuitan tagar (tanda pagar) #kamitidaktakut yang muncul beberapa jam setelah peristiwa pemboman terjadi dan menjadi topik terhangat atau trending topic.

    Presiden juga memperkenalkan Indonesia sebagai negara yang memiliki ribuan jenis kekayaan dan perbedaan tapi tetap bersatu atau Bhinneka Tunggal Ika.

    Seusai penyerahan penghargaan dan diskusi, Presiden Republik Indonesia bersama mahasiswa Indonesia dan Korean Jokowi Fans Club sempat melakukan foto bersama di halaman universitas.

    Sebelumnya, Presiden juga telah menerima penganugerahan sebagai warga kota kehormatan Seoul dari Wali Kota Park Won-soon di Museum Sejarah Seoul. "Alasannya jelas, karena selalu dekat dengan rakyat," kata Park.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.