Pertemuan Universitas Tiga Negara Digelar di Kupang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Timor Timur Xanana Gusmao. AP/Firdia Lisnawati

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Timor Timur Xanana Gusmao. AP/Firdia Lisnawati

    TEMPO.CO, Kupang - Pertemuan meja bundar universitas tiga negara (Trilateral University Roundtable Meeting) berlangsung di Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa, 17 Mei 2016. Tiga negara itu adalah Indonesia, Australia, dan Timor Leste. “Ini adalah pertemuan ketiga," kata Rektor Undana, Fredrik Benu, Selasa, 17 Mei 2016.

    Pada pertemuan kali ini Undana menjadi wakil Indonesia. Sedangkan Australia mengutus perwakilan dari Charles Darwin University. Adapun Timor Leste diwakili utusan dari Universitas Nasional Timor Leste.

    Menurut Fredrik, pertemuan semacam itu diinisiasi Mantan Presiden Timor Leste Xanana Gusmao bersama Mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. Pertemuan sebelumnya digelar di Dili, Timor Leste dan Darwin, Australia, pada 2015.

    Fredrik menjelaskan, pertemuan universitas tiga negara ini merupakan forum yang dibentuk untuk mendorong percepatan pembangunan sub kawasan Australia bagian utara, Indonesia bagian timur dan Timor Leste.

    Dalam pertemuan ketiga ini, kata Fredrik, dilakukan pembahasan yang berkaitan dengan perkembangan pusat unggulan (centre of exellence). “Pertemuan ini sebagai sarana bertukar informasi mengenai sumber daya melalui kerjasama bilateral dan multilateral dalam pengembangan keuanggulan dari setiap negara," ujar Fredrik.

    Australia, Timor Leste dan Indonesia, merupakan tiga negara yang bertetangga yang mempunyai banyak kesamaan iklim. Kesamaan itu mendorong pemerintah dan universitas untuk bekerjasama guna mempercepat pembangunan di sub kawasan tiga negara. "Kesamaan dari ketiga negara ini bisa dimanfaatkan untuk percepatan pembangunan," ucap Fredrik.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.