Penutupan Munaslub Golkar, Ade Komarudin Menghilang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua umum terpilih Setya Novanto memeluk calon ketua umum Ade Komarudin dirinya mengundurkan diri dari putaran kedua pemungutan suara dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, 17 Mei 2016. Setya Novanto terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar dengan 277 suara sedangkan pesaing terberatnya Ade Komarudin mendapatkan 173 suara. Johannes P. Christo

    Ketua umum terpilih Setya Novanto memeluk calon ketua umum Ade Komarudin dirinya mengundurkan diri dari putaran kedua pemungutan suara dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, 17 Mei 2016. Setya Novanto terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar dengan 277 suara sedangkan pesaing terberatnya Ade Komarudin mendapatkan 173 suara. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Nusa Dua - Mantan calon Ketua Umum Golkar, Ade Komarudin, tidak hadir dalam penutupan Musyawarah Nasional Luar Biasa Golkar di Bali Nusa Dua Convention Center, Selasa, 17 Mei 2016. Agenda penutupan itu adalah mengukuhkan Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar.

    Dari pantauan Tempo, tim sukses Ade pun tidak hadir dalam penutupan. Politikus Golkar yang sebelumnya mendukung Akom, seperti M.S. Hidayat, Ahmadi Noor Supit, Bambang Soesatyo, Titiek Soeharto, Firman Soebagyo, dan Misbakhun, semua absen.

    Meski tidak hadir, Ade mengucapkan selamat kepada Novanto melalui keterangan tertulisnya. "Selamat menjalankan tugas untuk memimpin partai," kata Ade. "Memimpin Golkar menuju kejayaannya kembali."

    Selain Ade, calon ketua umum Golkar lain, seperti Priyo Budi Santoso dan Airlangga Hartarto juga tidak hadir dalam acara penutupan munaslub. Hanya Syahrul Yasin Limpo, Mahyudin, dan Aziz Syamsuddin yang hadir.

    Sebelumnya, Ade mundur dari perebutan kursi calon Ketua Umum Golkar seusai pemilihan putaran pertama. Saat itu, Ade mendapat 173 suara, sedangkan Setya meraih 277 suara.

    Pada penutupan Munaslub Golkar ini, Setya juga mengumumkan tiga pengurus inti partai, yakni Idrus Marham sebagai Sekretaris Jenderal, Robert Joppy Kardinal sebagai Bendahara Umum, dan Ketua Harian Nurdin Halid. "Kepengurusan lengkap akan disusun. Kami punya waktu 15 hari," katanya.

    HUSSEIN ABRI YUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.