Istana: Pemusnahan Buku Kiri Itu Langkah Overdosis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buku yang menimbulkan keresahan, '5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia', telah ditarik dari peredaran dan dimusnahkan oleh penerbitnya, PT Gramedia Pustaka Utama serta disaksikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) di lapangan PT. Gramedia, Jakarta, Rabu (13/6). Pemusnahan tersebut dilakukan karena ada satu kalimat yang diambil dari bahasa Inggris yang intinya Nabi Muhammad dianggap sebagai perompak dan perampok. TEMPO/Tony Hartawan

    Buku yang menimbulkan keresahan, '5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia', telah ditarik dari peredaran dan dimusnahkan oleh penerbitnya, PT Gramedia Pustaka Utama serta disaksikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) di lapangan PT. Gramedia, Jakarta, Rabu (13/6). Pemusnahan tersebut dilakukan karena ada satu kalimat yang diambil dari bahasa Inggris yang intinya Nabi Muhammad dianggap sebagai perompak dan perampok. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Istana Kepresidenan mengecam adanya pemusnahan terhadap buku-buku berpaham kiri, seperti komunisme. Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, hal itu adalah langkah berlebihan.

    "Kalau menurut saya, pemusnahan buku (berpaham kiri) itu sudah langkah overdosis," ujar Pramono saat ditemui awak media di kantornya, Selasa, 17 Mei 2016. Dalam kamus bahasa Indonesia, overdosis berarti kelebihan obat.

    Beberapa hari terakhir beredar rencana pemberangusan dan pemusnahan buku-buku berpaham kiri. Sejumlah pihak mendukung rencana itu agar terealisasi. Salah satu pendukungnya adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono.

    Jenderal Mulyono menyatakan pihaknya mendukung tindakan pemberangusan buku-buku berpaham kiri. Menurut dia, buku-buku berpaham kiri melanggar aturan hukum. Namun, dia tidak merinci buku apa saja yang harus dilarang terbit.

    Dukungan serupa datang dari Pelaksana Tugas Ketua Perpustakaan Nasional Dedi Junaedi. Ia menilai keberadaan buku-buku berpaham kiri meresahkan. Meski begitu, Perpusnas, kata dia, akan tetap menyimpan buku-buku terkait dengan paham kiri. Namun, ia menambahkan, apabila ingin mengaksesnya harus mendapat izin kejaksaan seperti zaman Order Baru.

    Pramono menegaskan kembali bahwa Presiden Joko Widodo sudah mewanti-wanti agar para pejabat negara tidak bertindak berlebihan terhadap hal-hal berpaham kiri. Oleh karena itu, pemberangusan buku berpaham kiri jangan sampai terjadi.

    "Hormati kebebasan berekspresi, membaca juga, jangan bertindak berlebihan. Saya sudah koordinasikan lagi hal ini sama beliau (Presiden Jokowi) dan pejabat lainnya," ujarnya.

    ISTMAN M.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.