Diisukan Bersama Putri Sultan, Garin: Saya Seharian di Solo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sineas Indonesia Garin Nugroho. ANTARA/Teresia May

    Sineas Indonesia Garin Nugroho. ANTARA/Teresia May

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sineas kawakan yang kini mencalonkan diri sebagai calon Wali Kota Yogyakarta dari jalur perseorangan, Garin Nugroho, menanggapi santai isu miring soal penggerebekannya bersama putri sulung Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi. "He-he-he, saya dari pagi mengajar pasca sarjana di ISI (Institut Seni Indonesia) Solo," ujarnya kepada Tempo, Senin malam, 16 Mei 2016.

    Sebelumnya beredar isu bahwa Garin digerebek di sebuah apartemen sedang bersama GKR Mangkubumi. Informasi itu juga menyebutkan penggerebekan langsung dilakukan suami GKR Mangkubumi, Kanjeng Pangeran Hario Wironegoro.

    "Setelah mengajar, saya dari sore sampai malam harinya melihat ujian teater Mas Yusril (rekan Garin) di Pascasarjana ISI Solo," ucap Garin.

    Garin juga mengirimkan sejumlah foto kepada Tempo, antara lain foto tentang sebuah pertunjukan teater, suasana penonton, dan diskusi Garin dengan sejumlah tokoh yang ditemuinya di Solo. "Sampai sekarang (menjelang tengah malam), saya juga masih di Solo, karena ujian mas Yusril baru selesai," ujarnya.

    Dia tak menggubris isu yang menyudutkannya itu atau mengkaitkannya dengan pencalonannya sebagai Wali Kota Yogyakarta. "Ha-ha-ha, santai saja. Selama kami bekerja untuk melayani warga, tak perlu khawatir (black campaign)," tuturnya.

    Garin menyatakan tak berencana melacak atau membawa kasus ini ke ranah hukum. "Anjing menggonggong kafilah tetap pada tujuan," katanya. Saat ini dia fokus bekerja melayani warga. "Mengajar, berkarya, bertemu dengan komunitas, sharing informasi berbangsa."

    Menurut Garin, politik kotor akan muncul ketika kekuasaan menjadi tujuan dengan menghalalkan segala cara.

    Sebelumnya, GKR Mangkubumi membantah dan justru tertawa terbahak saat dikonfirmasi ihwal isu itu. "Ha-ha-ha, aneh-aneh aja sih. Ngawur banget," ujar Mangkubumi.

    Dia tak habis pikir dan penasaran mengapa bisa beredar kabar seperti itu. "Murahan banget, ya?" ucapnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.