Menanti Giliran Memilih Pimpinan Golkar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sidang paripurna tata tertib Musyawarah Nasional luar biasa Partai Golkar di Nusa Dua Convention Center Hall, Bali, 15 Mei 2016. TEMPO/Ahmad Faiz

    Suasana sidang paripurna tata tertib Musyawarah Nasional luar biasa Partai Golkar di Nusa Dua Convention Center Hall, Bali, 15 Mei 2016. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Penentuan Ketua Umum Partai Golkar akhirnya dimulai pada Selasa dinihari, 17 Mei 2016. Waktu menunjukkan pukul 01.40. Ketukan palu sidang menandai dimulainya pemungutan suara oleh para peserta Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar. "Dengan ini, rapat paripurna pemilihan bakal calon ketua umum menjadi calon ketua umum resmi dibuka," kata Ketua Pimpinan Munaslub Nurdin Halid di Nusa Dua Convention Center, Bali, Selasa, 17 Mei 2016. 

    Pemilihan baru bisa dimulai pukul 03.00 WIB. Sembari menunggu, sejumlah peserta Munaslub Partai Golkar berupaya memejamkan mata. Satu per satu nama pemilik suara di panggil sesuai dengan daerah asalnya. Provinsi Aceh mendapat giliran pertama. Papua menyusul, kemudian Sumatera Utara, lalu provinsi lainnya. 

    Para pemegang hak pilih memasuki tempat pemungutan suara. Sebuah meja panjang yang disekat papan bertutup kain hitam telah disiapkan di aula full AC Nusa Dua Convention Center. Meja itu disulap menjadi bilik suara.

    (Baca: Peserta Munaslub Golkar Mulai Tentukan Ketua Umum)

    Para pemilik suara sebagian besar merupakan pengurus daerah Partai Golkar. Mereka melingkari nomor calon ketua umum yang tertera dalam kertas. Mereka kemudian melipat dan memasukkan kertas suara yang telah ditandai itu ke kotak suara.

    Semestinya, pemilik hak suara berjumlah 560 orang. Tapi enam pemegang hak suara dicoret. Dua pemegang hak suara itu masing-masing Kosgoro dan Soksi, Dua organisasi kemasyarakatan yang tak kunjung bermufakat atas dualisme kepengurusan. Empat suara lainnya berasal dari Provinsi Sulawesi Tenggara.

    Persoalan internal pengurus provinsi membuat suara mereka dihapus. Selain dari DPD provinsi dan DPD tingkat kabupaten/kota, hak satu suara diberikan bagi Dewan Pertimbangan dan DPP Pusat. Akbar Tandjung dan Agung Laksono masing-masing mewakilinya.

    (Baca: Pemilihan Ketua Umum Golkar Dimulai, Berikut Tata Caranya)

    Kantuk dan lelah sudah menyergap. Sembari menunggu giliran namanya dipanggil, beberapa peserta yang duduk di kursi kuning tua itu memanfaatkan waktu untuk tiduran. Beberapa dari mereka tampak menghayati momen penentuan suara bagi kandidat Ketua Umum Partai Golkar.

    Tak hanya peserta, para calon ketua umum yang berdiri di bagian depan tampak susah payah melawan kantuk. Ade Komarudin, Setya Novanto, dan Airlangga Hartarto sesekali berupaya memejamkan mata, layaknya hendak tidur. Makin ke belakang, peserta makin banyak yang terlihat mengantuk.

    Meski merasakan mata kian berat, sebagian peserta forum tertinggi, yang berlangsung sejak Sabtu lalu itu, tampak berusaha melawannya. Mereka berbincang, makan, dan mondar-mandir di dalam arena musyawarah nasional luar biasa.

    Sejatinya, pemungutan suara tak sesuai dengan agenda semula yang direncanakan pada Senin siang. Pemungutan suara untuk menentukan ketua umum molor akibat proses sidang paripurna sehari sebelumnya, yang menyita banyak waktu. Perdebatan alot terjadi saat mereka memutuskan pimpinan munaslub dan hak suara bagi Ormas Kosgoro dan Soksi.  

    (Baca: Munaslub Golkar Sepakat Pemilihan Ketua Umum secara Tertutup)

    Persidangan yang berlarut-larut membuat penutupan munaslub, yang direncanakan berlangsung malam ini, dan ditutup oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, dibatalkan. Sebagai gantinya, pemerintah menunjuk Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk menutup agenda tersebut esok hari. 


    AHMAD FAIZ 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.