Bank Jateng Gelontorkan Kredit Murah Rp 350 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • iwapi-pusat.org

    iwapi-pusat.org

    TEMPO.CO, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberi target kepada manajemen Bank Jateng agar menggelontorkan kredit dengan bunga pinjaman terendah kepada masyarakat yang ingin berusaha di provinsi ini. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan Bank Jateng memiliki program kredit mikro Mitra Jateng 25.

    “Maksudnya, warga bisa mengajukan kredit maksimal Rp 25 juta dengan bunga sangat rendah (dibandingkan) di seluruh Indonesia, yakni hanya 7 persen,” kata dia dalam sambutan pembukaan musyawarah Provinsi Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Tengah, Senin, 16 Mei 2016.

    Politikus PDI Perjuangan ini mengatakan kredit yang disalurkan diharapkan bisa mencapai sekitar Rp 350 miliar. Setiap Kabupaten - Kota, yang berjumlah 35 daerah, mendapat alokasi plafon kredit sebesar Rp 10 miliar.

    Sejak diluncurkan sebulan lalu, kredit maksimal Rp 25 juta dengan bunga 7 persen per tahun ini sudah tersalurkan sebanyak Rp 19 miliar. Ganjar belum bisa mendeteksi berapa angka non-performing loan atau kredit macet dalam program ini.

    “Baru empat pekan, kami belum mendeteksi NPL-nya. Yang pasti, jika kita ngomongin NPL maka enggak pernah ada kredit,” kata dia. Ganjar mengatakan kredit dengan bunga 7 persen per tahun itu merupakan kredit yang paling rendah di Indonesia.

    Di mengaku sudah sudah menghitung bunga terendah bisa sebesar 6 persen. Tapi manajemen Bank Jateng menghitung bunga paling rendah yang bisa diberlakukan saat ini adalah 7 persen.

    Ganjar menambahkan surat dari Otoritas Jasa Keuangan menjelaskan bahwa suku bunga kredit mikro nonsubsidi terendah untuk bank umum adalah 7,17 persen per tahun. Itu pun berasal dari sebuah bank negara lain (bank asing).

    Kredit ini hanya diberikan kepada warga yang ingin berusaha atau warga yang mempunyai usaha tetapi ingin mengembangkan bisisnya. Kredit itu tidak diperuntukkan bagi pengusaha yang sudah besar dan mapan.

    Ganjar menambahkan program Mitra Jateng 25 merupakan usaha untuk menyelesaikan kemiskinan yang masih tinggi di Jawa Tengah. Sebab, UMKM merupakan sektor perekonomian rakyat yang terbukti paling tahan terhadap goncangan krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia. “Sehingga UMKM harus terus dikembangkan dan difasilitasi oleh pemerintah,” kata dia.

    Program kredit mikro Mitra Jateng 25 itu mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Manajer MURI, Sri Widiyanti mengatakan pemberian rekor MURI untuk Mitra Jateng sebagai pemberi kredit dengan suku bunga terkecil di Indonesia.

    "Sebagai program, kredit mikro yang memiliki suku bunga single digit terendah di Indonesia yang hanya tujuh persen per tahun," kata dia. Penghargaan itu diserahkan MURI di Lapangan Lumbini Kompleks Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Minggu kemarin di sela-sela acara 'Isuk Gowes Mbengi Ngejazz'.

    ROFIUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?