Menjelang Waisak, Borobudur Gelar Konferensi Internasional Umat Buddha

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung menyaksikan patung Budha di halaman candi Borobudur Magelang, 30 Mei 2015. Patung Budha tersebut akan ditempatkan di altar utama pada perayaan Tri Suci Waisak 2559 BE/2015. ANTARA/Anis Efizudin

    Sejumlah pengunjung menyaksikan patung Budha di halaman candi Borobudur Magelang, 30 Mei 2015. Patung Budha tersebut akan ditempatkan di altar utama pada perayaan Tri Suci Waisak 2559 BE/2015. ANTARA/Anis Efizudin

    TEMPO.COYogyakarta - Menjelang perayaan hari raya Waisak, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata, menggelar Borobudur International Buddhist Conference pada Kamis, 19 Mei 2016. Tema yang diangkat adalah Borobudur Mandala Pencerahan dan Perdamaian Dunia. Umat Buddha merayakan Waisak di candi terbesar di dunia itu pada Ahad, 22 Mei 2016.

    Konferensi Buddhist yang digelar pertama kali di kawasan Candi Borobudur ini dijadwalkan menghadirkan pembicara utama Menteri Pariwisata Arief Yahya. Pembicara tamu yang akan datang adalah seorang Buddhist Tibetan dari Nepal, Geshe Tenzin Zopa. Geshe merupakan pendiri yayasan pelestari tradisi Mahayana. Dalam acara itu, Geshe akan berbicara tentang Borobudur membawa perdamaian dunia.

    Pembicara lain yang terlibat adalah Bikkhu Sri Pannyavaro Mahathera selaku Ketua Vihara Mendut, Magelang, Jawa Tengah. Sekretaris Jenderal Konferensi Agung Sangha Indonesia, Bhiksu Bhadraruci Sthavira, dan Profesor Arkeologi Universitas Indonesia, Dr Noerhadi Magetsari, juga akan mengisi acara.

    Kepala Divisi Administrasi dan Keuangan Kantor Unit Taman Wisata Candi Borobudur Aryono Hendro mengatakan Borobudur International Buddhist Conference bertujuan mengajak lebih banyak penganut Buddha dari banyak negara beribadah di Candi Borobudur. Acara bernilai spiritual ini digelar supaya semakin banyak orang yang datang ke Borobudur untuk beribadah. 

    “Kami berharap konferensi itu juga menjadikan gaung Waisak lebih terasa,” kata Aryono kepada Tempo di kantor Unit Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Senin, 16 Mei 2016.

    Selain konferensi, pada 20 Mei akan digelar tur ziarah di Candi Borobudur, Mendut, Prambanan, Sewu, Plaosan, dan Kalasan. Peziarah juga bisa berdoa dan menikmati matahari terbit. Ketua Wihara Mendut Bhikku Sri Pannyavaro Mahathera akan memimpin tur ziarah itu. Para peziarah otomatis juga menjadi peserta upacara Waisak. Untuk mengikuti tur sejumlah candi, peziarah dikenai biaya Rp 700 ribu.

    Aryono menambahkan, pengelola Kantor Unit Taman Wisata Candi Borobudur bersama Perwakilan Umat Buddha Indonesia telah bertemu untuk membahas persiapan Waisak. Di antaranya membahas rangkaian acara, pengisi acara, dan pengamanan. Sebanyak 600 Buddhist muda disiapkan Walubi untuk mengamankan pelaksanaan hari raya Waisak.

    SHINTA MAHARANI


     

     

    Lihat Juga