Sidang Perdana Kasus Obor Rakyat Digelar Besok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sampul Obor Rakyat edisi ke-IV. TEMPO/M. Syarrafah

    Sampul Obor Rakyat edisi ke-IV. TEMPO/M. Syarrafah

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua tahun berlalu setelah selebaran bernama Obor Rakyat muncul dalam ajang pemilihan presiden. Saat itu, selebaran ini dilaporkan ke polisi karena dituduh mencemarkan nama baik salah satu calon presiden, Joko Widodo. Dalam salah satu edisinya, mereka menuliskan mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai nonmuslim. Jokowi juga disebut sebagai antek Zionis.

    Terakhir terdengar, kasus ini dinyatakan lengkap berkas-berkasnya oleh pihak kejaksaan pada Januari 2015. Sejak itu, kasus ini menguap tanpa ada kejelasan mengenai nasib dua awaknya yang ditetapkan menjadi tersangka, yakni Setyardi Budiono selaku pemimpin redaksi, dan penulis Darmawan Sepriyossa.

    Namun hari ini, 16 Mei 2016, Setyardi mengatakan telah mendapat panggilan dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait dengan kelanjutan kasus yang menjeratnya. "Sidang insya Allah digelar besok, Selasa, 17 Mei 2016, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di Jalan Bungur Raya Nomor 24. Dalam surat panggilan disebutkan sidang akan dimulai jam 10.00 WIB," kata Setyardi lewat sambungan telepon, sore ini.

    Baca juga:
    Ahok Tata Kampung Akuarium, Ini Penyebab Alumni UI Gerah

    Wanita Muda Ini Dibunuh, Tanpa Busana, dan Dipermalukan

    Setyardi dan Darmawan dijerat dengan Pasal 18 ayat 1 juncto Pasal 9 ayat 2 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Mereka dianggap melanggar undang-undang itu karena Obor Rakyat tidak memiliki badan hukum. Selain itu, Setyardi pun dilaporkan ke Mabes Polri oleh tim sukses pasangan Jokowi-Jusuf Kalla pada 16 Juni 2014.

    Beberapa artikel yang dimuat di selebaran tersebut yang dipermasalahkan ada dalam edisi I pada 5-11 Mei 2014. Terdapat artikel yang berjudul Capres Boneka dengan gambar Jokowi mencium tangan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Dalam edisi itu pula terdapat artikel berjudul 184 Caleg Nonmuslim PDIP untuk Kursi DPR

    Selain itu, ada pula 14 berita panjang berisi kampanye hitam. Di antaranya Capres Boneka Suka Ingkar Janji, Disandera Cukong dan Misionaris, Dari Solo sampai Jakarta Deislamisasi ala Jokowi, Manuver Jacob Soetojo, Cukong-cukong di Belakang Jokowi, Partai Salib Pengusung Jokowi, dan Jokowi Juru Selamat yang Gagal.

    Jokowi yang saat itu diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), telah meminta agar kasus ini segera diungkap. Pengungkapannya, kata dia, tak hanya sebatas pelakunya saja, juga orang yang mendanai Obor Rakyat. "Perlu diusut semuanya, siapa yang mendanai. Dananya bukan sejuta-dua juta," ujar Jokowi pada Juli 2014.

    Setiyardi dan Darmawan ditetapkan sebagai tersangka pada 3 Juli 2014. Polisi menetapkan status tersebut setelah memeriksa sejumlah saksi dan meminta keterangan pada sejumlah pihak, termasuk Dewan Pers.

    Menghadapi sidang esok, Setiyardi dan Darmawan mengaku siap memenuhi panggilan tersebut. "Sebagai rakyat biasa, saya dan Darmawan akan menjalani sidang itu. Mohon doa dari para sahabat agar semua bisa berjalan baik dan lancar," kata Setiyardi.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.