Kapolri: Imigrasi Tangkap Warga Uighur, Diduga Teroris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin kelompok teror Mujahidin Indonesia Timur, Santoso alias Abu Wardah, di tempat persembunyiannya. Foto: Istimewa

    Pemimpin kelompok teror Mujahidin Indonesia Timur, Santoso alias Abu Wardah, di tempat persembunyiannya. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Polisi RI Jenderal Badrodin Haiti menyatakan keimigrasian telah menangkap orang Uighur, Cina, yang diduga sebagai anggota teroris Santoso pada dua hari yang lalu. Orang Uighur itu menggunakan identitas Indonesia. 

    "Ada warga negara asing (Uighur) yang tertangkap oleh imigrasi menggunakan identitas Indonesia," ujar Badrodin Haiti seusai acara penganugerahan tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Utama di Rupayama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 16 Mei 2016.

    Badrodin mengatakan masih mendalami tujuan warga negara asing tersebut masuk ke Indonesia dengan identitas warga negara Indonesia. "Adanya dugaan pemalsuan dokumen itu sekarang masih kami periksa," ujar Badrodin.

    Kata Badrodin, orang asing tersebut tertangkap sekitar dua hari yang lalu. Terkait dengan detail penangkapan warga negara asing tersebut, Badrodin urung menjelaskannya. Hingga berita ini diturunkan, pihak Imigrasi belum bisa dikonfirmasi.

    Saat ditanyakan hubungan penangkapan warga Uighur tersebut dengan peristiwa salah mendaratnya pesawat Lion Air. Badrodin mengatakan laporan itu masih dalam tahap penyelidikan.

    "Kejadiannya memang dua hari lalu, terkait hubungannya dengan Lion Air kami masih akan mendalaminya," ujarnya. Sebelumnya, pada 27 April 2016, Polri menyatakan ada bukti keterlibatan warga negara asing dalam kelompok Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso alias Abu Wardah di Poso, Sulawesi Tengah.

    Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan polisi sempat mengiranya sebagai warga negara Turki. Namun ketika dikonfirmasi ke kedutaan diketahui bahwa orang tersebut berasal dari Uighur, Cina. "Mereka pakai identitas resmi layaknya orang asing lainnya yang datang ke Indonesia, yang enggak biasa ya kegiatan mereka yang ikut aksi terorisme," ujarnya.

    ARIEF HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.