Operasi Tinombala, Dua Anggota Kelompok Santoso Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah personil Brimob menaiki kendaraan untuk memburu kelompok Santoso di Desa Sedoa, Lore Utara, Poso, Sulawesi Tengah, 24 Maret 2016. Aparat gabungan TNI-Polri terus memburu kelompok teroris pimpinan Santoso yang kian terdesak di pegunungan Poso dalam operasi keamanan bersandi Tinombala 2016. ANTARA FOTO

    Sejumlah personil Brimob menaiki kendaraan untuk memburu kelompok Santoso di Desa Sedoa, Lore Utara, Poso, Sulawesi Tengah, 24 Maret 2016. Aparat gabungan TNI-Polri terus memburu kelompok teroris pimpinan Santoso yang kian terdesak di pegunungan Poso dalam operasi keamanan bersandi Tinombala 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.COJakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti mengatakan timnya menembak mati dua orang terduga anggota kelompok teroris Santoso dalam kelanjutan Operasi Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah, kemarin. Menurut Badrodin, hingga saat ini dua jenazah masih dalam proses identifikasi. "Karena mereka tidak punya identitas," katanya di Mabes Polri, Senin, 16 Mei 2016.

    Baca: Operasi Tinombala Akan Diperpanjang

    Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala juga telah menembak mati seorang anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso, Abu Wardah, pada Ahad, 24 April 2016. Polri meyakini kelompok Santoso semakin terdesak. Jalan-jalan tikus jalur penyaluran logistik dan persembunyian para teroris diklaim telah ditutup.

    Baca: Anggota Polri di Tim Tinombala Diganti

    Selain itu, Polri mengatakan kelompok ini mulai terpecah karena kelaparan dan tidak adilnya Santoso kepada anggotanya. Hal ini membuat beberapa teroris menyerang secara terpisah atau menyerahkan diri secara langsung.

    ARIEF HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.